by

1.043 Santri PK-PPS Akan Terima BOS dan PIP

Ambon, BKA- Sebanyak 1.043 santri dan santriwati yang tersebar di 12 lembaga Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PK-PPS), akan menerima bantuan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP).

Penyaluran bantuan itu diberikanan lewat alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Kabid Pakis Kanwil Kemenag Maluku, La Fatah, menjelaskan, 1.043 santri dan santriwati yang akan mendapat bantuan itu terbagi dua kelembagaan, yakni, PPS tingkat Wustha tujuh lembaga dan lima PPS tingkat Ula.

Tahap I penerima BOS tingkat Wustha sebanyak 350 orang, dan Ula sebanyak 323. Sedangkan penerima PIP tingkat Wustha sebanyak 240 orang dan Ula sebanyak 130 orang.

Untuk penerima BOS semester I tahun 2020 tingkat Ula sebesar Rp 900 ribu per santri dan tingkat Wustha sebesar 1.100.000 per santri. Sedangkan bantuan PIP tingkat Ula sebesar Rp 450 ribu dan Wustha sebesar Rp 750 ribu.

Mantan Kakamenag Seram Bagian Barat (SBB) ini menjelaskan, penerima dana BOS diberikan untuk setiap santri/santriwati pada setiap jenjang, beda dengan penerima PIP yang dikhususkan bagi santri/santriwati dengan kategori tidak mampu.

“Jadi tahun ini kita alokasi sebanyak 1.043 santri/santriwati yang mendapat bantuan dana BOS dan PIP yang tersebar di 12 lembaga PK-PPS di Maluku,”ujarnya.

Menurutnya, secara umum, keduanya memiliki tujuan pokok yang sama, yaitu untuk meringankan beban siswa secara ekonomi terhadap pembiayaan pendidikan sehingga siswa dapat memperoleh akses pelayanan pendidikan.

Dikatakan, Penyaluran BOS PK-PPS adalah program mandatori nasional untuk pendanaan biaya operasional non personalia bagi Pendidikan Diniyah Formal, Satuan Pendidian Muadalah, dan Pendidikan Kesetaraan Pada Pondok Pesantren Salafiyah. Sedangkan PIP merupakan bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Dengan harapan, BOS dan PIP mampu menjamin terselenggaranya Wajib Belajar (Wajar) bagi peserta didik di PK-PPS. (RHM)

Comment