by

12 Tahun Penjara Untuk Jecky Mustamu

Ambon, BKA- Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon akhirnya memvonis Jecky Mustamu (33), terdakwa kasus tindak pidana pembunuhan di Negeri Haruku, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), dengan penjara selama 12 Tahun.

Menurut majelis hakim, terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana yang diatur dalam pasal 338 KUHPidana dan pasal 351 ayat (3) KUHPidana.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan dan divonis penjar selama 12 Tahun penjara,” ungkap ketua majelis hakim Lucky R. Kalalo Cs, dalam amar putusannya di persidangan, Rabu (2/9).

JPU dalam berkas dakwaannya menyebut, tindak pidana pembunuhan ini terjadi pada Kamis 19 Maret 2020 sekitar pukul 02.00 wit di depan rumah Christian Mustamu di Negeri Haruku Kabupaten Maluku Tengah.

Awalnya, terdakwa ke pesta pernikahan Meike Lesmanuwaya. Di perjalanan, terdakwa bertemu korban Daniel Tahya, saksi Julius Tahya, dan saksi Helmi Rahayaan. Terdakwa lalu menanyakan apakah ada minuman tradisional jenis sopi.

Karena tidak ada, terdakwa hendak menuju ke pesta pernikahan itu mengambil sopi. Namun, terdakwa mendengar saksi Julius Tahya mengundangnya berkelahi. Korban dan saksi Julius Tahya lalu mengejar terdakwa untuk memukulinya.

Setelah kejadian tersebut, terdakwa pulang ke rumahnya dan mengambil sebuah parang panjang. Dia lalu mencari saksi Julius Tahya, namun mereka tidak bertemu. Sementara itu, ketika terdakwa sedang marah-marah di depan rumahnya, ia melihat korban.

Terdakwa lalu menghampiri korban. Mereka berdua terlibat pertengkaran. Dalam pertengkaran itu, korban mengatakan kalau dirinya lebih sadis. Mendengar itu, terdakwa langsung membacok korban menggunakan parang di bagian leher. Korban sempat berusaha berlari menyelamatkan diri. Namun, terdakwa kembali membacok dia.

Terdakwa yang melihat korban terluka langsung melarikan diri ke hutan. Sementara korban berjalan mencari pertolongan. (SAD)

Comment