by

13 Pelanggar Kena Sanksi PSBB

Ambon, BKA- Sebanyak 13 pelanggaran yang ditemukan oleh tim PSBB di Kota Ambon. Seluruhnya telah ditindak langsung oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) selaku penegak Perwali, terutama saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kabid Penegakan dan Perundang-Undangan Daerah, M. Latupono menyebutkan, sejak diberlakukannya sanksi tegas pada penerapan PSBB pada tanggal 24 Juni pekan kemarin, hingga saat ini sudah ada 13 pelanggaran yang telah ditindak dan diberlakukan denda oleh pihaknya.

“Pada tanggal 22 itu pelaksanaan PSBB sampai dengan tanggal 23, kita masuk dengan teguran lisan. Kalau mau dilihat teguran lisan sudah diberlakukan sejak lama dari masa PKM. Tanggal 24, kita sudah mulai masuk dengan teguran tulisan,” terang Latupono kepada wartawan, di Balai Kota, Senin (29/6).

Dituturkan, pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat pada saat PSBB didominasi oleh tidak adanya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah. “Sudah ada beberapa yang melanggar dan yang paling dominan adalah penggunaan masker,” tuturnya.

Untuk 13 pelanggaran tersebut, terbagi antara penggunaan masker dan moda transportasi. Dimana 11 pelanggar tidak menggunakan masker dan 2 pelanggaran berasal dari moda transportasi.

Moda transportasi yang melanggar, yakni memuat penumpang lebih dari kapasitas 50 persen sesuai dengan yang telah ditentukan oleh pemerintah. “Untuk penggunaan masker sendiri kurang lebih ada sekitar 11 Kasus yang sudah ditindak,” beber dia.

Untuk denda yang diberikan, tukasnya, yakni yang tidak menggunakan masker dan di denda Rp50.000. Sedangkan untuk moda transportasi yang melebihi kapasitas dikenakan denda Rp250.000.

“Kalau untuk pengemudi yang memuat melebihi kapasitas 50 persen di denda 250 ribu, sedangkan pengemudi yang tidak menggunakan masker didenda 50 ribu,” tambahnya.

Dan untuk denda yang telah dibayarkan, telah disetorkan oleh pihaknya langsung ke kas daerah. Pasalnya denda yang diterapkan harus menjadi aset dari daerah.

Ia melanjutkan, pelanggar yang tidak menggunakan masker maupun yang memuat penumpang lebih dari kapasitas, akan diambil identitasnya sebagai jaminan. Dan akan diproses di kantor Balai Kota dengan masyarakat yang melanggar membawa bukti yang diberikan petugas, sebelum menebus identitas yang telah ditahan sebelumnya.

“Jadi itu dendanya 50 ribu dan kita langsung menyetorkan ke kas daerah. Janji mereka datang kesini menemui penyidik untuk mengurus berkasnya, karena kita mengambil KTP sebagai jaminan,” terangnya.

Selain itu, hingga saat ini badan usaha maupun pertokoan belum ada yang melakukan pelanggaran sehingga belum ada yang dikenai denda sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Jadinya yang dominan menggunakan masker untuk aktivitas usaha, aktivitas di fasilitas umum maupun kegiatan usaha. Baik itu pertokoan perhotelan dan sebagainya. Itu masih kurang tertulis, kalau mereka masih mengulangi lagi diberikan teguran kedua. Cuma dari tanggal 24 sampai saat ini (kemarin) masih berlaku dengan teguran pertama,” ungkapnya.

Hal itu, akuinya, masyarakat sudah mulai sadar dan mendukung pelaksanaan PSBB untuk memutus mata rantai covid 19 di Kota Ambon.

“Itu berarti mereka sudah menyadari untuk mendukung pelaksanaan PSBB di kota Ambon. Sehingga sampai dengan hari ini (kemarin) belum satupun yang melakukan pelanggaran dari badan usaha,” tutup dia. (DHT)

Comment