by

16,3 M Terpakai Tangani Corona

Ambon, BKA- “Dari alokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 kurang lebih 41 miliar, sampai hari ini (kemarin) dilaporkan itu 16,3 miliar yang sudah terpakai. Jadi itu dari Maret, April dan Mei,” beber Sekretaris Pansus Covid-19 DPRD Kota Ambon, James R. Maatita, kepada wartawan di Balai Rakyat Belakang Soya, Kamis (4/6).

Ketua Fraksi PDIP Kota Ambon ini mengaku, anggaran tersebut merupakan pergeseran APBD 2020 untuk penanganan Covid-19 sesuai Perppu nomor 1 tahun 2020 tentang tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan untuk penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dan dari hasil rapat evaluasi yang dilakukan bersama Tim Gugus Tugas (Gustu) Covid Kota Ambon, TAPD dan Bagian Keuangan Pemkot Ambon, ada beberapa masukan dari Pansus yang menjadi keputusan bersama untuk dijalankan.

Mulai dari laporan penyampaian data ODP, PDP hingga pasien yang terkonfirmasi positif, bantuan sosial (bansos) agar tepat sasaran, agenda tinjauan lapangan hingga persoalan pemberlakuan Pra PSBB lewat Perwali tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Sekretaris Pansus Covid-19 DPRD Kota Ambon, James Maatita

“Tujuan dari Pansus Covid-19 di DPRD ini untuk mengawasi penanganan Covid-19 yang ditangani Gugus Tugas Kota Ambon. Karena berkaitan dengan pemanfaatan anggaran dari pergeseran APBD untuk memutus mata rantai Covid di Ambon. maka telah disepakati, semua akan dilaporkan kepada Pansus dan Pansus akan tinjau lapangan,” tandas Maatita.

Dirincikan, Gustu Covid-19 nantinya akan menyampaikan laporan tertulis hingga penyelesaian kepada Pansus Covid. Termasuk pemanfaatan anggaran yang digunakan untuk penaganan Covid. Sehingga Pansus akan mempelajari dan mendalami seluruh laporan, untuk kemudian melakukan tinjauan lapangan, guna mengawasi pemanfaatan anggaran penanganan Covid-19.

“Tugas Pansus juga memastikan penyaluran bantuan sosial terdistribusi tepat sasaran dan itu akan dilaporkan Gustu. Dan kita ingin Gustu juga melaksanakan Perwali PKM secara optimal. Jangan sampai PKM ini jadi regulasi tertulis tapi realisasi tidak jalan,” ujarnya.

Disinggung soal temuan terkait penanganan Covid-19, Maatita menyebutkan, belum ada temuan terkait penanganan Covid-19 yang dilakukan Gustu Kota Ambon. Namun banyak laporan yang diterima terkait pembagian bantuan sosial yang tidak merata.

Sehingga Pansus telah mengusulkan, agar Pemerintah Kota lewat dinas terkait segera menginstruksikan camat, kades maupun raja, lurah dan RT untuk memasang seluruh nama-nama penerima bantuan sosial di tempat umum. Agar ada fungsi kontrol dari masyarakat untuk memastikan, seluruhnya terdaftar sebagai penerima bantuan sosial.

“Banyak laporan soal data penerima bansos. Ada data ganda, orang yang harusnya tidak didata, tapi dimasukan. Bahkan ada orang yang sudah meninggal juga ada namanya. Makanya sudah kita sampaikan, agar keseragaman data dari dinas dan Gustu sampai RT itu harus sama. Dan kita sarankan, seluruh nama penerima bantuan itu ditempelkan di tempat umum agar ada saling kontrol,” pungkasnya.

Berbeda dengan Wakil Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Ambon, Zeth Pormes. Diakuinya, dari laporan yang disampaikan Gustu Kota Ambon, alokasi anggaran sebesar Rp 46 miliar untuk penanganan Covid-19 di Kota Amboh, hingga kemarin telah terpakai sebanyak Rp 16,9 miliar.

“Dari laporan yang disampaikan Gustu itu, dari 46 miliar itu sudah terpakai 16,9 miliar sampai hari ini (kemarin). Rinciannya itu untuk percepatan penanganan Covid pada dinas kesehatan, jarring pengaman sosial, bantuan sosial dan lainnya,” ungkap Pormes.

Politisi Golkar ini menambahkan, Pansus Covid hari ini akan melanjutkan rapat internal untuk nantinya mengagendakan pengawasan atau tinjauan lapangan pada minggu depan.

“Besok (hari ini) kita rapat internal pansus untuk agenda pengawasan lapangan. Mungkin hari Senin depan kita on the spot,” tutup dia. (UPE)

Comment