by

2 Positif, BPOM Putuskan WFH

Ambon, BKA- Dengan adanya kasus terkonfirmasi positif Covid 19 terhadap dua pegawainya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon memutuskan untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH) selama satu pekan.

Kepala BPOM Ambon, Hariani mengatakan, pihaknya telah melakukan penyisiran atau tracking dan memutuskan untuk selama satu minggu kedepan akan bekerja dari rumah.

Meski bekerja dari rumah, aktivitas kantor BPOM tetap dibuka. Karena pihaknya saat ini juga membantu pemerintah dalam pengujian sampel Covid 19.

“Untuk minggu ini WFH kecuali laboratorium. Laboratorium masih melayani uji Covid dan kami komitmen membantu pemda dalam pengujian sampel swab,” terang Hariani, saat dihubungi koran ini via seluler, Selasa (28/7).

Disebutkan, dua orang tersebut merupakan pegawai yang bertugas langsung di lapangan dan bukan merupakan pegawai yang melakukan pengujian sampel Covid 19 di laboratorium milik BPOM. Sehingga pihaknya telah melakukan tracking dan melakukan pengujian sampel swab kepada 11 orang yang merupakan pegawai BPOM.

“Tapi yang dua bukan personil penguji, malah orang lapangan. Dan hasil uji sampel swab terhadap 11 orang petugas penguji semua dinyatakan negatif,” bebernya.

Untuk memutus rantai penyebaran, lanjut Hariani, sudah dilakukan tracking ke seluruh pegawai beserta keluarga yang lakukan kontak erat, sehingga beberapa diantaranya positif dan sudah tertangani.

“Semua prosedur keamanan yang ketat untuk pengujian laboratorium pathogen Covid-19 (BSL-2) telah dilakukan oleh BPOM Ambon. Yang dibuktikan bahwa semua penguji Covid-19 dinyatakan negatif,” ucapnya.

Untuk kasus yang terkonfirmasi positif, sambung dia, pihaknya sama sekali tidak mengetahui sumber penyebarannya. Dan kasus terkonfirmasi yang ditemukan pada sejumlah pegawai, umumnya tanpa gejala (asimptomatis), sehinga belum dapat diketahui sumber penyebarannya. Namun melihat data penyebaran, diduga sumber infeksi berasal dari luar kantor BPOM.

Sehingga tindakan yang telah diambil selain WFH, yaitu melakukan desinfeksi menyeluruh dan frekuensi disinfeksi kantor akan diperbanyak yaitu sekali seminggu.

“Kita semua harus semakin meningkatkan kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan dan mengurangi kontak langsung atau kontak fisik dengan orang lain. Perlu juga dilakukan tracking dan uji swab bagi masyarakat secara luas. Karena saat ini kasus konfirmasi tanpa gejala banyak dijumpai di masyarakat dan kita tidak menyadarinya,” pesannya. (DHT)

Comment