by

22 Sapi dan 45 Kambing Untuk Kurban

Ambon, BKA- Sebanyak 22 ekor sapi dan 45 ekor kambing akan disalurkan Pemerintah Kota Ambon jelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, tanggal 31 Juli 2020. Puluhan hewan kurban ini akan dibagikan ke 22 Panitia Kurban di Kota Ambon.

Plt Kabag Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Kota Ambon, Fenly Masawoy menyebutkan, 22 ekor sapi dan 45 ekor kambing tersebut merupakan jumlah hewan kurban yang sesuai dengan alokasi anggaran di tahun 2020.

“Untuk tahun ini Pemkot melalui bagian Kesra tetap menyalurkan hewan kurban, sebagaimana ada dalam anggaran di tahun 2020,” terang Fenly, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (27/7).

Menurut dia, untuk penyaluran sendiri terdiri dari 1 ekor sapi tipe A dengan bobot 180 kilo, 20 ekor sapi tipe B dengan bobot 160 kilo dan sapi Tipe C dengan bobot 110 kilo. Dan pihaknya akan menyalurkan seluruh hewan kurban tersebut ke-22 panitia yang telah memasukkan proposal ke Pemerintah Kota Ambon. Yakni dikhususkan untuk 4 kecamatan di kota Ambon.

“Kita akan salurkan ke 22 panitia kurban yang telah memasukan proposal di Pemkot untuk 4 kecamatan sesuai proposal yang masuk,” sebut dia.
Ia mengungkapkan, untuk penyaluran sendiri pihaknya juga harus melihat prosedur dan nantinya akan ditindaklanjuti oleh panitia kurban atau pihak masjid yang ada. Dan dipastikan, penyaluran akan dilaksanakan juga bagi masjid Raya Al Fatah maupun masjid An Nur.

“Kita minta pertimbangan dan akan disalurkan berdasarkan prosedur pembagian. Kita tindaklanjuti masjid atau panitia yang akan disalurkan, yang jelas ke masjid besar Al Fatah, An Nur yang tetap setiap tahun akan menerima. Dan menjadi perhatian untuk sapi tipe A dan B,” ucapnya.

Berdasarkan surat edaran dari Menteri Agama (Menag) maupun fatwa MUI Pusat, lanjut dia, perayaan hari raya kurban telah diatur dengan menyesuaikan pencegahan terhadap penyebaran covid-19. Dan setiap panitia akan diarahkan melalui Kantor Wilayah Kemenag untuk tetap mematuhi protokol covid-19 sesuai dengan edaran Menag.

“Jadi protokol kesehatan tetap diterapkan mulai dari proses penjualan hewan kurban sampai proses penyembelihan dan penyaluran. Melalui arahan kanwil kemenag, seluruh panitia atau masjid untuk tetap mematuhi protokol covid sebagaimana edaran Menag. Misalnya ditempat penyembelihan hewan kurban harus gunakan masker, ada tempat cuci tangan, tidak berkerumun, tidak ada pengumpulan massa untuk melihat proses penyembelihan hewan kurban,” imbuhnya.

Panitia juga diharapkan, sambung Fenly, dapat menyalurkan hewan kurban sesuai dengan waktu yang telah diatur. Agar penyaluran dapat terlaksana dengan baik dan maksimal.

Dan pemeriksaan hewan kurban juga menjadi syarat utama, karena hewan yang akan dikurbankan harus benar-benar dalam keadaan sehat. Sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat yang merayakan hari besar tersebut.
“Pemeriksaan hewan jadi syarat utama harus hewan yang benar-benar sehat, melalui proses pemeriksaan dari dokter hewan dan menjadi syarat mutlak hewan diperiksa sebelum disalurkan,” tutup dia. (DHT).

Comment