by

28 Ton Bawang Merah Didatangkan

Ambon, BKA- Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku bekerja sama dengan pihak
distributor mendatangkan sebanyak 28 ton bawang merah dari Enrekang,
Sulawesi Selatan.

Upaya mendatangkan 28 ton bawang merah tersebut sebagai langkah untuk
memantapkan stok dan kestabilan harga dipasaran.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Lutfi Rumbia,
mengatakan, pasokan 28 ton bawang merah ini didatangkan karena terjadi
kelangkaan dipasaran, sehingga berpengaruh terhadap harga di
masyarakat.

Pada kerja sama itu, ungkapnya, pemerintah membantu pihak distributor
dari segi pendistribusian. “Kami berharap, dengan adanya bantuan
pemerintah untuk biaya distribusi, harga bawang bisa turun di Kota
Ambon dan Maluku pada umumnya. Karena harga saat ini per kg Rp 54 ribu
sampai Rp 60 ribu. Diusahakan turun hingga rp 40 ribu. Makanya yang
didatangkan harus banyak,” kata Lutfi.

Dikatakan, kesiapan kedatangan bawang ini selain untuk mengantisipasi
kebutuhan masyarakat ditengah pandemi Covid-19, juga untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat jelang hari raya Idhul Fitri.

“Ini merupakan distribusi awal. Nantinya dilihat, jika ada
pengurangan, akan didatangkan yang kedua kali. Kesiapan ini perlu,
karena selain kebutuhan warga ditengah pandemi Covid-19, juga jelang
Idhul Fitri kebutuhan warga juga sangat besar,” jelasnya.

Ditanya, kedatangan bawang ini juga bagian dari antisipasi rencana
pemberlakuan PSBB di Kota Ambon? Dia mengaku, tidak ada. Distribusi
dilakukan karena terjadi kelangkaan untuk bawang merah, hingga
berpengaruh terhadap harga.

“Tidak ada kaitannya dengan PSBB. Ini hanya soal kelangkaan, hingga
terjadi lonjakan harga untuk bawang merah. Makanya di datangkan,”
jelas Mantan Kepala Keuangan Provinsi Maluku itu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Maluku, Elvis
Pattiselano, menambahkan, adanya kendala bawang merah, sehingga Dinas
Ketahanan Pangan berkoordinasi dengan Perindag untuk mencari
distributor yang bisa membeli bawang dengan jumlah yang banyak.

Kemudian biaya distribusi disubsidi oleh Pemerintah Daerah melalui
Ketahanan Pangan. Ini dilakukan, agar distributor hanya mengeluarkan
anggaran untuk membeli, tidak untuk transportasi. Tujuannya, agar
harga bawang merah bisa turun dari yang ada saat ini.

Sedangkan untuk kebutuhan bahan pokok lainnya, lanjutnya, sejauh ini
masih tersedia. Hanya untuk bawang merah yang mengalami kelangkaan,
dan sudah didatangkan. “Stok sembako lainnya sejauh ini masih lancar,”
pungkasnya. (RHM)

Comment