by

3 Positif, Warga Aru Panik

Ambon, BKA- Masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru dibuat panik dengan informasi adanya tiga pelaku perjalanan yang masuk di kabupaten itu terkonfirmasi positif Corona Virus Desiase 2019 (Covid-19). Bahkan sebagian warga Dobo di ibukota kabupaten Aru ini memilih pulang kampung.
Kepanikan warga ini terjadi, setelah menerima informasi dari rilis jumlah penyebaran Covid-19 yang disebarkan Tim Gugus Tugas Penangan dan Percepatan Covid-19 Provinsi Maluku, pada 15 September kemarin.

Pantauan Beritakota di Aru, sejak tersebarnya informasi tersebut, selama dua hari kemarin, banyak masyarakat kota Dobo yang memilih pulang kampung. Parahnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru tidak bersikap untuk menanggapi informasi tersebut.

Alhasil, masyarakat Aru ramai-ramai mengecam Pemkab setempat, karena dinilai tidak lamban dan tidak transparan dalam menyampaikan informasi terkait Covid-19 kepada publik.

“Kami takut dan sangat panik. Besok bagimana ya? Jadi Iebih baik kita bersama anak-anak yang ada sekolah di Dobo ini, pulang kampung. Kita mau tinggal, tapi Pemda tidak jujur dalam penyampaian informasi Covid-19,” beber, sejumlah warga Desa Warialau saat ditemui Beritakota, Rabu (16/9).

Menyikapi informasi tersebut, Bupati Kepulauan Aru, Johan Gonga, kepada awak media diruang kerjanya mengaku, tiga pelaku perjalanan yang diinformasikan positif Covid-19 sudah ditangani oleh tim medis.

Bahkan, lanjut dia, spesiman Swab sudah dikirim ke Ambon pekan kemarin. Hasilnya telah keluar. Dan hasilnya tidak ada gejala Covid-19. Alhasil, mereka sudah dikembalikan ke rumah masing-masing.

“Jadi spesimen swab tiga orang itu sudah dikirim sebelumnya. Dan baru keluar kemarin malam. Jadi jangka waktu hasil Swab keluar itu, mereka baik-baik. Tidak ada gejala Covid-19 lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Bupati, tiga warga Aru yang diisukan terpapar virus corona, satu diantaranya menjalani isolasi di RSUD Cenderawasih berinisial VP (38) berjenis kelamin laki-laki dengan gejala klinis. Sementara dua Iainnya, yakni, NPA (37) perempuan dan BS (57) Iaki-laki, menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing. Dan hingga kemarin, tandas Gonga, mereka tidak ada yang sakit.

“Mereka bertiga sehat-sehat saja ko? Jadi saya himbau kepada masyarakat untuk tidak panik dengan informasi tersebut. Bekerja dan beraktivitas seperti biasa dengan tetap mamatuhi protokol kesehatan. Wajib gunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak,” pesan Gonga.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru, Y.O.E Uniplaita menyebutkan, terkait dengan ketiga pelaku perjalanan yang dinyatakan positif Covid-19, pihaknya akan melakukan tracking terhadap orang-orang yang kemungkinan melakukan kontak langsung dengan mereka.

“Kita akan lakukan tracking. Kita harapkan ketiga pasien ini jujur, sehingga memudahkan kita untuk lakukan penelusuran dengan siapa-siapa saja mereka sudah melakukan kontak,” tandas Uniplaita, saat dikonfirmasi via telepon.

Menurutnya, mereka yang akan di tracking ini nantinya dilakukan pemeriksaan secara intensif, untuk dapat mengetahui apakah mereka tersebut tertular atau tidak.

“Kita akan tetap tracking mereka. Jadi masyarakat jangan panik. Tetap jalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Dijelaskan, ketiga warga yang terpapar ini, merupakan pelaku perjalanan dengan KM Ngapulu, yang tiba di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru pada 23 Agustus 2020 Ialu.

Setelah dilakukan pemantauan selama 14 hari terhadap dua pasien yang jalani isolasi di rumah, dan dilakukan rapid test pada 5 September 2020, dan hasilnya reaktif. Sehingga pada 7 September 2020, dilakukan Swab kepada mereka dan hasil swabnya telah keluar.

“Selama proses pemantauan sampai dengan hari ini mereka tidak memperlihatkan gejala Covid-19, dan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah,” tutup Uniplaita. (WAL)

Comment