by

350 Warga Batu Merah Terima BLT

Ambon, BKA- Sebanyak 350 warga Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon menerima buku rekening untuk Bantuan Langsung Tunai ( BLT) yang bersumber dari Alokasi Dana Desa ( ADD). Pengambilan melalui buku rekening berlangsung di aula Kantor Desa Batu Merah sesuai dengan protokoler kesehatan.

Setelah selesai tahap bansos dari pusat, kini bansos kembali dibagikan yang bersumber dari ADD. Pemerintah Desa Batu Merah membagikan buku rekening kepada 350 warga tidak mampu setelah melakukan pendataan ditingkat RT.

Kepala desa juga memastikan bahwa penerima bansos kali ini tidak terdaftar sebagai penerima bansos lainnya. BLT dibagikan dalam tiga tahap dan untuk setiap tahap warga menerima uang berjumlah 600 ribu rupiah yang di ambil di rekening masing-masing. Jika ada ADD yang masuk pemerintah desa juga akan tetap gunakan untuk keperluan warga seperti yang sudah seharusnya.

“Ini pembagian BLT dari ADD, jadi ada dua bansos yang bersumber dari desa. Bansos dari dana desa sudah selesai dibagikan kemarin. Sekarang ini BLT dari Alokasi Dana Desa yang di bagikan kepada 350 KK penerima.

Penyaluran sesuai dengan alokasi yang ada yaitu satu juta delapan ratus untuk setiap penerima yang nanti akan dibagikan dalam tiga tahap, setiap tahap pembagian itu 600 ribu. Nanti jika ada ADD yang masuk juga akan kami bagikan untuk warga yang membutuhkan juga. Semua penerima bansos hanya berhak menerima satu jenis bansos, jadi kami memastikan penerima BLT ADD kali ini belum pernah menerima bansos lainnya. Jika kedapatan sudah pernah menerima bansos lainnya kita akan berhentikan BLT ADD. Itukan sudah pernah terjadi untuk pembagian BLT sebelumnya, karena ada 35 keluarga yang menerima lebih dari satu bansos, sehingga kami putuskan salah satunya.” tutur Fenly Masawoy Pejabat Kepala Pemerintahan Batu Merah, Kamis(23/7).

Masawoy juga menegaskan bahwa setiap keluarga penerima bansos harus terbuka jika ada pendataan agar bansos bisa merata bagi semua warga yang membutuhkan. Pemerintah desa dalam hal ini akan bertindak tegas jika ada kedapatan keluarga yang menerima lebih dari satu jenis bansos. ” Ada keluarga yang tidak terbuka saat di data, sehingga ada laporan dari warga sekitar ke kami. Jika kita kembali melihat data dan sudah kedapatan dua kali terdaftar bansos, maka kami akan putuskan salah satu bansos. Lalu akan kita gantikan namanya dengan nama warga lain yang berhak menerima bantuan. Jadi warga harus terbuka dan jujur jika dilakukan pendataan.” tambahnya.

Saat pembagian mereka tetap melakukan protokoler kesehatan yang berlaku. Jarak duduk setiap warga yang datang di atur agar tetap berjauhan. Selain itu juga dilakukan pengecekan susu tubuh dan cuci tangan sebelum masuk ke Kantor Desa. Tidak lupa juga warga dan staf desa tetap memakai masker sesuai anjuran pemerinta. (MG-1)

Comment