by

4 Bank Belum Salurkan FLPP, PUPR Bakal Lakukan Evaluasi

Jakarta, BKA- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengevaluasi 42 bank pelaksana dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada akhir Juli 2020. Evaluasi dilakukan karena empat dari 42 bank belum menyalurkan dana FLPP.

Berdasarkan data Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR, realisasi penyaluran dana FLPP mencapai Rp7,79 triliun untuk 76.914 unit rumah per 15 Juli 2020. Realisasi itu setara 70,81 persen dari target Rp11 triliun pada tahun ini.

Namun, Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mencatat dana baru disalurkan oleh 38 dari 42 bank pelaksana dana FLPP yang bekerja sama dengan pemerintah. Rinciannya, terdiri 10 bank nasional dan 32 Bank Pembangunan Daerah (BPD).

“Kami berharap bank pelaksana yang masih bekerja di bawah target untuk segera menuntaskan karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan,” terang Arief seperti dikutip dari Antara, Minggu (19/7).

Untuk itu, PPDPP akan mengevaluasi kinerja penyaluran dari seluruh bank. Ia juga mengingatkan bank pelaksana yang masih bekerja di bawah target yang sudah disepakati akan diperingatkan untuk segera merealisasikannya.

Rencananya, pertemuan dalam rangka evaluasi itu akan dihadiri oleh beberapa bank pelaksana secara langsung dan bank pelaksana lainnya mengikuti secara virtual. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona atau covid-19.

Sebelumnya, Arief menyatakan pemerintah akan mengalihkan kuota pembangunan rumah bagi bank pelaksana yang tidak mampu mencapai target penyaluran dana FLPP. Pengalihan akan diberikan ke bank pelaksana lain yang dianggap mampu.

“Bank yang menurut penilaian kami berkinerja kurang bagus dalam penyaluran dana FLPP, kuotanya akan dialihkan ke bank yang berkinerja bagus,” jelasnya.

Pada penyaluran dana FLPP 2020, realisasi tertinggi dilakukan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencapai 39.739 unit rumah. Disusul PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sebanyak 6.591 unit rumah.

Kemudian, PT BTN Syariah sebanyak 6.591 unit rumah, PT BRI Syariah 5.275 unit, PT Bank BJB 2.557 unit, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI 2.205 unit.

Selanjutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk baru menyalurkan ke 1.415 unit rumah, Bank NTB Syariah 1.077 unit, PT Bank Artha Graha Internasional Tbk 1.027 unit, dan Bank Sumselbabel 989 unit rumah.

Secara total, realisasi penyaluran FLPP 2010-2020 mencapai Rp52,16 triliun untuk 732.516 unit rumah. (INT)

Comment