by

48 Pasien Covid-19 Akan Direlokasi

Ambon, BKA- Sebanyak 48 pasien Covid 19 yang merupakan warga Kota Ambon, akan dipindahkan atau direlokasi oleh tenaga medis ke Rumah Sakit (RS) darurat yang dikelola Pemerintah Kota. RS darurat ini berlokasi di Balai Diklat Pertanian Provinsi Maluku yang segera difungsikan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Ambon, Robert Chandra mengatakan, saat difungsikan, akan ada 48 pasien Covid-19 yang dipindahkan langsung ke RS darurat untuk mendapatkan perawatan.

“Kita diberikan kamar sebanyak 48 kamar dan kita akan memasukan kita punya kasus-kasus konfirmasi positif,” beber dia, kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (17/6).

Menurutnya, saat ini ada sebanyak 70 kasus Covid 19 warga Kota Ambon yang belum memperoleh lokasi maupun ruang perawatan yang memadai. Dan saat ini, 70 pasien tersebut sedang berada di salah satu hotel di Ambon untuk menjalani perawatan. Karena rumah sakit yang ada, sudah tidak cukup menampung para pasien tersebut.

“Masih sangat kurang, karena sampai saat ini kita punya kasus positif itu masih 70 yang ada di hotel Sumber Asia,” bebernya.

Dengan adanya pemindahan 48 pasien itu, pihaknya akan melihat lagi adanya penambahan yang dapat dilakukan nantinya untuk membantu pasien Covid-19 yang ada di Kota Ambon. “Kita akan masukan 48 dulu, nanti baru kita lihat penambahan,” ujarnya.

RS darurat ini, lanjut Chandra, bukan milik dari Pemerintah Kota melainkan Pemerintah Provinsi Maluku. Akan tetapi, telah dikoordinasikan sehingga adanya penggunaan gedung tersebut sebagai RS darurat yang dikelola langsung Pemerintah Kota.

“Kita mau fungsikan rumah sakit darurat tambahan yang dikelola langsung oleh Pemerintah Kota Ambon, yaitu pada Diklat Pertanian,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler sebelumnya menjelaskan, Balai Diklat Pertanian Provinsi Maluku digunakan karena saat ini jumlah kasus terkonfirmasi positif covid 19 di Kota Ambon terus meningkat. Bahkan tidak sebanding dengan daya tampung pada rumah sakit yang ada di Kota Ambon.

Dan melalui koordinasi yang dilakukan, Pemerintah Provinsi memberikan kewenangan kepada Pemerintah Kota untuk nantinya dapat digunakan menampung pasien Covid-19.

“Kota Ambon saat ini memiliki orang terkonfirmasi virus corona, yang sampai hari ini belum dapat masuk ke rumah sakit atau balai-balai diklat yang digunakan sebagai rumah sakit darurat,” ucap dia.

Namun sebelum menggunakan balai diklat tersebut, sambung Hadler, pihaknya akan meninjau terlebih dahulu kesiapan dari balai tersebut untuk dijadikan rumah sakit darurat. Sementara untuk tenaga medis yang akan bertugas di rumah sakit tersebut telah disiapkan 33 dokter dan dibantu 27 perawat. Dikarenakan 1 dokter dengan 9 perawat akan bertugas selama 2 minggu, dan dalam sehari ada 2 shift.

“Tim akan turun untuk melihat langsung kondisi rumah sakit darurat tersebut, apapun kekurangannya akan diperbaiki,” jawab dia.

Politisi PPP ini menambahkan, petugas medis yang ada nantinya juga tidak diizinkan untuk pulang setelah bertugas. Tetapi akan dikarantina terlebih dahulu untuk mencegah hal yang tak diinginkan.

“Nanti ada 1 dokter 9 perawat akan bertugas selama dua minggu, dalam satu hari ada 2 shift. Jadi total tenaga kesehatan yang akan bertugas sebanyak 33 dokter 27 perawat, setelah selesai mereka akan dikarantina juga di Balai diklat Agama selama dua minggu, barulah bisa pulang ke rumah,” tukasnya. (DHT)

Comment