by

5.057 Warga Batu Merah Terima Bansos

Pemerintah Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon secara bertahap telah membagikan bantuan sosial (bansos) kepada 5.057 penerima (warga batu merah) untuk penanganan dampak covid-19.

Kepala Desa Batu Merah, Fenly Masawoy mengatakan, saat ini warga yang sudah menerima bantuan berjumlah 5057 penerima. Jumlah tersebut merupakan jumlah penerima keseluruhan bantuan social. Sedangkan yang sudah terdata tapi belum menerima, berjumlah 2116 penerima.
“Jumlah tersebut merupakan total penerima secara keseluruhan bantuan sosial. Ada persyaratan untuk bisa menerima bantuan sosial. Jika kedapatan tidak memenuhi syarat, maka bantuan akan dicabut dari penerima. Bantuan sosial tahun ini antara lain, yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),” katanya usai mengikuti rapat bersama Komisi I DPRD Kota Ambon, Rabu(8/7).
Dia menyebutkan,untuk bantuan BLT yang berasal dari dana desa tercatat untuk tahap pertama ada 1.003 KK yang menjadi penerima. Jumlah uang bantuan yang di terima, yaitu Rp600 ribu per KK. Sementara untuk BST sudah diberikan pada 1.003 penerima, PKH sebanyak 924 penerima dan BPNT sebanyak 1.058 penerima.
” Jadi untuk dana desa melalui BLT, kita sudah salurkan tahap pertama dengan jumlah 1.003 penerima, yang setiap penerimanya diberikan dana Rp 600 ribu. Tapi dari jumlah tersebut ada 32 nama yang tidak memenuhi syarat untuk menerima bantua, karena sudah terdaftar sebagai penerima bantuan lainnya. Sementara untuk BST ada 1549 tapi yang baru menerima 1.003,” tutur Kepala Desa Negeri Batu Merah.
Dijelaskan, tidak memenuhi syarat, misalnya, ada anggota kelurga dalam KK yang sama, sebut saja istri masuk dalam daftar penerima bantuan sosial yang lain sehingga terjadi ganda penerima. Yang kedapatan seperti itu, sambungnya, buku rekeningnya ditahan dan nanti uang tersebut ditarik kembali ke desa agar bisa di berikan kepada warga yang lain.
“Bagi mereka yang belum menerima bantuan, berdasarkan kebijakan Wali Kota sebagian akan kita usulkan ke BST dan data itu melalui tim relawan negeri dan akan segera dikirim agar bisa dilanjutkan pada Kementerian Sosia (Kemensos). Kalau ada yang tidak lolos di Kemensos, nanti akan di tanggulangi oleh APBD Pemerintah Provinsi sesuai dengan kebijakan pemerintah kota,” terangnya.
Persyaratan pun berlaku bagi penerima bansos, lanjutnya, hal ini di lakukan agar bantuan bisa merata dan menyeluruh di terima oleh masyarakat. Pertama untuk bansos ini, kategori keluarga miskin baru yang karena covid-19 hingga kehilangan pekerjaan, termasuk dalam pekerjaan non formal atau tidak memiliki pekerjaan tetap.
“Sudah banyak pengaduan masyarakat yang masuk mengenai bansos baik yang lapor maupun melalui DPRD. Tapi saat dikonfirmasi ternyata ada yang sudah menerima. jadi untuk pengaduan kami membuka ruang lewat RT dan RW kemudian akan diverifikasi. Kita berharap dimasa in, seluruh masyarakat terutama yang benar-benar berhak menerima bantuan, agar bisa menerima hak supaya bisa mengurangi beban warga. Apabila ada yang mengelabui pemerintah itu sangat disesalkan, sebab jika ketahuan kita akan proses agar dihentikan bantuannya lalu kita laporkan,” tutup Fenly Masawoy. (MG-1)

Comment