by

50 Persen Gaji Honorer Sulit Diberlakukan

Ambon, BKA- Sejumlah sekolah tingkat SD mengaku kesulitan untuk memberlakukan 50 persen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dialokasikan bagi pembayaran gaji bagi guru honorer, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 8 Tahun 2020.

Pada Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) BOS reguler yang mengatur tentang perubahan batas serapan dana BOS untuk gaji guru honorer, dengan jelas telah menginstruksikan sekolah untuk mengalokasikan anggaran sebanyak 50 persen dari dana BOS untuk membayar gaji para guru maupun pegawai honorer.

Kepala SD Negeri 85 Ambon, Jhon Talacua, mengatakan, dengan anggaran dana BOS yang terbilang sedikit, otomatis tidak bisa mengimplementasikan perintah Permendikbud itu, untuk menggunakan 50 persen dana BOS untuk membayar gaji guru honorer.

Menurutnya, anggaran BOS yang ada saat ini sudah sangat memaksa sekolah untuk memaksimalkan pengggunaan anggaran tersebut, untuk semua kebutuhan sekolah selama satu tahun berjalan.

“Jadi soal dana BOS untuk yang 50 persen itu, kita belum mengikutinya. Karena sebenarnya sulit juga kalau mau melakukannya. Kita masih pakai dasar yang lama. Sebab, kita punya beberapa honorer yang harus dibayar setiap bulan. Kalau kita bayar 50 persen, maka tidak bisa penuhi kebutuhan sekolah lagi,” ujar Talacua, Jumat (19/6).

Dengan anggaran dana BOS yang pas-pasan, katanya, tidak mungkin dipaksakan. Yang terpenting, apa yang menjadi hak dari para honorer, diberikan tepat pada waktunya walaupun secara peraturan belum memenuhi.

‘’Itu sudah saya bicarakan baik-baik dengan mereka. Dari honorer yang ada, tinggal 2 orang saja yang tidak memiliki NUPTK. Tapi tidak mungkin saya bedakan gaji mereka. Ini soal saling pengertian saja, karena secara kemampuan juga, tidak bisa diragukan. Makanya kalau saya ikut 50 persen, tidak mungkin. Karena dana tidak cukup untuk guru honorer ini,’’ paparnya.

Sebenarnya, mirisnya juga dengan gaji honorer yang diberikan sekolah saat ini. Belum sebanding dengan kinerja besar yang mereka selama ini. Apalagi masa pengabdian mereka sudah cukup lama.

“Karena itu, saya mengambil kebijakan. Biar sedikit, tapi semua harus dapat. Sebab untuk sampai 50 persen untuk saat ini, masih sulit kalau kita lakukan sesuai aturan yang ada,” pungkasnya. (LAM)

Comment