by

Bantuan Gempa Belum Disalurkan

Ambon, BKA- Bantuan bencana 2019 yang diperuntukan bagi korban gempa di kota Ambon, belum juga disalurkan oleh Pemerintah Kota Ambon. Bantuan senilai Rp 35 miliar lebih ini telah diberikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan masih tersimpan di Bank Nasional Indonesia (BNI).

Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Zeth Pormes mengaku, bantuan anggaran bencana yang diberikan BNPB kepada masyarakat kota Ambon yang merupakan korban gempa 2019, mencapai Rp 35.786.750.000 yang tersimpan di BNI.

“Jadi dana itu tersimpan di BNI dan itu tanpa bunga. Jadi jangan ada yang bilang kalau disimpan untuk keuntungan bunga,” tutur Pormes, kepada wartawan, di Balai Rakyar DPRD Ambon, Selasa (14/7).

Politisi Golkar ini menyebutkan, dana bencana korban gempa ini telah dicairkan sejak bulan Desember 2019 lalu oleh BNPB. Akan tetapi petunjuk pelaksana (juklak) penyaluran dana tersebut baru disampaikan ke Pemerintah Kota Ambon pada Maret 2020.

Yang mengharuskan pada korban gempa untuk membentuk kelompok-kelompok sebagai penerima bantuan, agar dapat diawasi penggunaan anggaran tersebut dengan mudah oleh pemerintah.

“Sesuai Juklak itu kan harus ada sosialisasi tentang pembentukan kelompok-kelompok untuk penerima bantuan untuk mengawasi seluruh pembangunan rumah-rumah yang rusak. Namun saat itu karena bertepatan dengan pandemi Covid-19 sehingga terhambat, karena saat itu semua kantor tutup,” ungkapnya.

Dikatakan, dari hasil rapat yang dilakukan, Komisi I telah meminta agar Pemerintah Kota dapat mensosialisasikan hal tersebut agar dibentuk para kelompok-kelompok penerima bantuan gempa. Dengan tetap mengedepankan pro kotoler kesehatan. Agar penyaluran bantuan dapat dilakukan terhadap para korban gempa 2019.

“Jadi jangan Covid dipakai sebagai alasan. Karena pelaksanaan sosialisasi tidak perlu semua desa sekaligus. Bisa saja itu diatur, misalnya hari ini desa mana kemudian esoknya desa atau kelurahan mana sampai selesai. Karena yang rusak ini kan terjadi diseputaran Baguala,” sebut dia.

Anggota DPRD dua periode ini juga merincikan, bahwa dari total Rp 35 miliar lebih itu diperuntukan kepada 1.631 kepala keluarga (KK). Yakni sesuai klasifikasi itu 931 rusak ringan, 394 rusak sedang, dan 306 rusak parah.

“Rusak berat mendapat dana sebesar 50 juta, sedangkan 30 juta untuk rumah yang mengalami rusak sedang. Sementara untuk rusak ringan itu 10 juta. Dan kita di Komisi I akan kawal bantuan gempa ini harus sampai ke masyarakat,” pesannya. (UPE).

Comment