by

783 Napi Dapat Remisi Di HUT RI

Ambon, BKA- Sebanyak 783 Narapidana (Napi) di 15 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lingkup Kanwil Kemenkumham Provinsi Maluku, mendapatkan remisi umum pada HUT Kemerdekaan RI yang ke-75.

Remisi tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Gubernur Maluku, Murad Ismail, kepada perwakilan Napi, disela-sela upacara HUT RI yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Senin (17/8).

Kakanwil Kemenkumham, Andi Nurka, mengungkapkan, sebelumnya hanya 774 Napi yang akan mendapatkan remisi. Tapi jumlah itu ditambah sembilan orang. Sehingga total Napi yang mendapat remisi sebanyak 783 orang, pada upacara HUT Kemerdekaan RI tahun ini.

Menurutnya, remisi yang diberikan kepada para Napi kali ini adalah remisi umum dan remisi khusus. “Untuk remisi bagi yang terjerat kasus makar, maka berdasarkan PP nomor 28 tahun 2006, ada tiga yang langsung bebas hari ini (kemarin). Tiga-tiganya dari Lapas Ambon, ” ungkap Andi.

Ratusan Napi yang terima remisi yakni, dari Rutan Klas II B Masohi sebanyak 66 orang, Lapas Klas III Saparua sebanyak 4 orang, Lapas Klas III Banda sebanyak 6 orang, Lapas Klas III Namlea sebanyak 52 orang, Lapas Klas III Wahai sebanyak 12 orang, Lapas Klas III Geser sebanyak 2 orang, Lapas Klas III Dobo sebanyak 19 orang, Lapas Klas III Saumlaki sebanyak 103 orang, dan Lapas Klas III Wonreli sebanyak 7 orang.

Selanjutnya, penerima remisi di Lapas Klas II A Ambon sebanyak 302 orang, Lapas Klas II B Piru sebanyak 56 orang, Lapas Klas II B Tual sebanyak 34 orang, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas II Ambon sebanyak 24 orang, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Klas III Ambon sebanyak 17 orang, Rutan Klas II A Ambon sebanyak 70 orang.

Selain itu, bagi besaran remisi, seperti remisi umum satu untuk 1 Bulan diterima oleh 191 Napi, 2 bulan sebanyak 190 Napi, 3 bulan sebanyak 199 Napi, 4 Bulan 119 Napi, 5 Bulan 68 Napi, dan 6 Bulan 3 Napi.

“Untuk remisi umum dua, ada yang satu bulan sebanyak satu orang, dan enam bulan sebanyak tiga orang. Untuk Napi yang dinyatakan bebas seluruh Maluku, berjumlah sembilan orang,” akuinya.

Tak hanya itu, tambah Andi, remisi yang diberikan dari tahun ke tahun telah diatur dalam kouta. Napi yang diberi remisi sudah diatur dalam peraturan dan regulasi yang berlaku.

“Remisi dilakukan berdasarkan pertimbangan dan pembahasan. Jadi ini semua sudah ketentuan dan sudah tidak ada masalah lagi,” kuncinya. (BKA-1).

Comment