by

ABK Tungboad di Rapid Test

Ambon, BKA- Sebanyak 14 Anak Buah Kapal (ABK) Tungboad Manunggal 01 sertan 5 operator dum truk dan eksapator, menjalani rapid test oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan CoronaVirus Disease (Covid-19) Kabupaten Kepulauan Aru.

Rapid test itu dilakukan karena mereka baru saja dari Kota Ambon yang saat ini menjadi zona merah penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Tungboad Manunggal 01 tiba di Kepulauan Aru karena membawa material pekerjaan talud pengaman pantai di desa Wangel, Kecamatan Pulau-Pulau Aru,” ungkap Jubir Gustu Covid-19 Kabupaten Kepulauan Aru, Fredrik Hendrik, kepada BeritaKota Ambon, Senin (22/6).

Hasil rapid test yang dilakukan bagi 14 ABK serta 5 operator dum truk dan eksapator tersebut, kata Hendrik, semuanya negatif.

Lanjut dia, walaupun Tim Gustu Covid-19 Kepulauan Aru sudah melakukan rapid test terhadap 14 ABK dan 5 operator proyek tersebut dan hasilnya negatif atau tidak reaktif, tapi pihaknya tidak mau kecolongan, dalam artian pergerakan dan kesehatan mereka akan selalu di pantau Tim Gustu Covid-19.

Pemantauan itu akan tetap dilakukan kepada mereka, agar Kepulauan Aru tetap aman dari penyebaran virus berbahaya tersebut.

“Walaupun saat rapid mereka tidak reaktif Covid-19, tapi kita tidak lengah. Pergerakan dan kesehatan mereka akan selalu kita pantau. Kita tidak biarkan mereka bebas berkeliaran begitu saja di dalam Kota Dobo,” jelasnya

Walau hasil raid test mereka negatif, namun Hendrik menyimpang kekesalan. Sebab kedatangan mereka ke Kabupaten Kepulauan Aru, tanpa disertai dengan surat bebas Covid-19.

Namun menurut dia, itu bukan kelalaian 14 ABK dan lima operator proyek itu. Melainkan kelalaian yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

Untuk itu, Wakil Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Aru itu, berharap, ada perhatian serius dari pihak perusahan agar tak lalai, karena akan berakibat fatal bagi mereka ABK dan daerah yang mereka datangi. Seperti di Kepulauan Aru saat ini.

“Saya wakili Ketua Tim Gustu Covid-19, berharap pihak perusahaan lebih jelih melihat hal-hal seperti ini, agar tidak berakibat fatal bagi anak buahnya maupun orang banyak,” ujarnya.

Memang 14 ABK dan 5 operator proyek itu tidak dikarantina. Sebab, mereka hanya berlabu di tengah laut, tidak bersandar di pelabuhan. Sehingga tim Gustu Patroli Laut yang mengambil langkah, yakni, dengan menyambangi Tungboad untuk melakukan rapid test Covid-19 terhadap mereka.

“Jadi kita tidak karantina, kerena mereka tidak reaktif. Tapi kita selalu pantau pergerakan mereka dan itu intens dilakukan oleh tim Gustu Covid-19 patroli laut,” ungkapnya (WAL)

Comment