by

Ada 448 Pelanggan Yang Mengeluh

Ambon, BKA- Sesuai data rekap program perlindungan konsumen di Maluku dan Maluku Utara, di bulan Juni terdapat 600.095 pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan rekening listrik diatas 20 persen. 280,885 diantaranya, mengalami kenaikan diatas 100 persen.

Namun berdasarkan hasil temuan pihak PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), hanya menerima sekitar 448 keluhan pelanggan terkait adanya kenaikan tagihan rekening listrik tersebut.

Dari 448 pelanggan yang mengeluh itu, 413 pelangan diantaranya mendatangi langsung kantor PLN. Sehingga langsung mendapat penjelasan.

“Terkait dengan hal tersebut, berdasarkan hasil temuan pihak PLN M2U, ada sebanyak kurang lebih 448 pelanggang yang mengeluh dan yang langsung datang ke PLN sebanyak 413 pelanggang dan sudah dijelaskan,” ungkap Manager Niaga PLN UIW MMU, Amos Pasalli, saat melakukan pertemuan dengan awak media, Jumat(19/6).

Menurut Pasalai, sejak tahun 2017 hingga saat ini, belum ada kenaikan tarif listrik yang dikeluarkan pemerintah.

Bahkan, lanjutnya, PLN memperpanjang program Listrik Gratis bagi pelanggan daya 450 VA dan discon 50 persen bagi pengguna 900 VA.

“Awalnya, pelanggan PLN dapat menikmati stimulus pembayaran listrik gratis dan diskon yang diberikan pemerintah selama tiga bulan, yakni, mulai April, Mei, sampai Juni. Namun, kini program ini diperpanjang sampai September mendatang,” kata Pasalli..

Khusus untuk pelaku bisnis dan industri kecil, pemerintah membebaskan tarif listrik bagi pelanggan golongan bisnis skala kecil (B1) 450 VA dan industri kecil (I1) 450 VA selama enam bulan, mulai Mei hingga Oktober 2020.

Pemerintah memberikan stimulus itu untuk menekan dampak Covid-19 yang saat ini menjadi pandemi global.

Untuk pelanggang penerima subsidi gratis dibawa PLN M2U dibulan Maret sebanyak 327.267 pelanggang dengan anggaran sebesar Rp 5,6 miliar.

Sedangkan untuk bulan April sebanyak 332.056 ribu pelanggang dengan nilai sebesar Rp 5,0 miliar dan Mei sebanyak 334.251 pelanggang dengan nilai sebesar Rp 4,3 miliar

“PLN juga menyiapkan aplikasi chatting yang merupakan program yang memberi relaksasi kepada konsumen atau pelanggang yang mengalami lonjakan listrik di bulan Juni. Jadi kalau ada listrik meningkat dibulan Juni dibandingkan bulan Mei, diatas 20 persen, itu baru dikenakan program chatting,” jelasnya.

Dalam program relaksasi tersebut, lanjut Pasali, 40 persen dari kenaikan dapat dibayar dibulan Juni dan 60 persen, sisanya dapat dibayar dengan cara cicil selama tiga bulan kedepan, yakni, Juli hingga Saptember.

Pasalli kembali menjelaskan, soal listrik gratis, untuk pelanggan rumah tangga 450 VA pasca bayar akan langsung dibebaskan tagihannya pada April, Mei dan Juni, dengan perhitungan angka tiga bulan terakhir sebelumnya.

Sementara itu, untuk pelanggan pra bayar dapat memperolehnya dengan mengirimkan nomor ID Pelanggan ke WA dengan nomor 08122-123-123 atau melalui website PLN www.pln.co.id Dengan ID tersebut, pelanggan akan mendapatkan token senilai pemakaian tertinggi dalam 3 bulan terakhir.(RHM)

Comment