by

Ada Pasien Positif di Buru

Ambon, BKA- Ketua Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, mengungkapkan, saat ini terdapat satu pasien positif virus corona atau Covid-19 yang tengah dirawat Namlea, Kabupaten Buru.

Untuk lebih diketahui, lanjut Kasrul, kalau pasien penambahan positif asal Kabupaten Buru tersebut merupakan Pelaku Perjalanan dari Jakarta.

Pasien yang terkodetifikasi sebagai pasien kasus 23 tersebut saat ini tengah di rawat di Namlea. Tidak dievakuasi ke Kota Ambon, karena dianggap masih bisa ditangani oleh tim medis di Kabupaten Buru.

“Jadi kalau saya sich, lebih banyak tergantung dari aksis tim medis. Kalau disana masih bisa, ya disana saja. Disini (Kota Ambon) kalau ditaruh di Balai Diklat, sama saja dengan disana,” katanya, kepada awak media di depan Kantor Gubernur Maluku, Selasa (28/4).

Dengan adanya penambahan pasien positif virus corona yang tengah di rawat di Namlea itu, katanya, maka pasien positif corona di Maluku sampai saat ini sudah berjumlah 23 orang.

Dari jumlah tersebut, terangnya, dua pasien diantaranya telah dinyatakan sembuh atau negatif Covid-19. Sedangkan 11 pasien lainnya masih dalam perawatan tim medis.

“Iya, sekarang tercatat sudah 23 orang positif (Covid-19) di Maluku. Sedangkan 12 diantaranya dinyatakan sudah sembuh,” ungkap kasrul.

Sebelumnya diberitakana, Kasrul yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku itu sempat kecewa dengan perilaku masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, untuk memutus penyebaran wabah virus corona. Seperti yang dilakukan pasien kasus 15, hingga menulari dua orang yang kini dinyatakan positif.

Sesuai hasil trancking yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Provinsi Maluku terhadap pasien kasus 15, terdapat dua pasien positif baru yang ditemukan, yang telah terkodefiksi sebagai pasien kasus 21 dan 22.

Pasien kasus 15 merupakan pasien asal Kota Ambon, yang sebelumnya telah dinyatakan positif karena merupakan Pelaku Perjalanan (PP).

Setelah tiba di Kota Ambon, pasien kasus 15 tidak melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, sesuai protokuler kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Sebaliknya, pasien positif itu langsung melakukan aktivitas seperti biasa. Dirinya menjalankan kewajiban sebagai umat beragama di salah satu tempat ibadah.

Hasilnya, tracking yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Provinsi Maluku membuktikan, kalau dua orang yang berhubungan erat saat itu telah dinyatakan positif.

Terang Kasrul, kalau kasus seperti sekarang itu telah masuk dengan kasus cluster ketiga atau seperti pengelompokan. Jadi ini bukan lagi sebatas di rumah.

“Bisa bayangkan, dari tempat ibadah terus ke pasar, belum lagi kemana-mana. Bahkan juga melakukan ibadah lagi, maka ini berdampak sangat besar untuk orang lain,” jelasnya.

Dia melanjutkan, dengan ada temua dua pasien positif baru tersebut membuat jumlah pasien Covid-19 di Maluku sebanyak 22 orang.

“Dua tambahan lagi kasus baru positif. Itu terkodefiksi sebagai pasien 21 dan 22. Mereka merupakan hasil tracking dari pasien 15 asal Kota Ambon. Dengan demikian, jumlah kasus positif di Maluku per hari ini naik menjadi 22 kasus, sembuh 11 orang dan dirawat juga 11 orang,” terang Kasrul.

Lanjutnya, dua pasien positif yang baru diketahui itu akan dilakukan perawatan. Tapi karena belum juga ada petunjuk dari ahli Covid-19 atau dokter, maka keduanya akan dirawat di Balai Diklat BPSDM Maluku.

“Kalau dua pasien tersebut mempunyai gejala yang memprihatinkan, maka mereka akan dirawat oleh pihak dirumah sakit. Tapi karena belum ada petunjuk dari dokter, maka keduanya akan dirawat di Balai Diklat BPSDM Maluku,” pungkasnya.(BKA-1)

Comment