by

AKDP Harus Sesuaikan Sistem Shift

Ambon, BKA- Seluruh angkot Antar Kota Dalam Provininsi (AKDP), diingatkan untuk menyesuaikan waktu operasional menggunakan sistem shift A dan B selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Yakni disesuaikan dengan angkot dalam kota yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Ambon.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Ambon, Robby Sapulette mengatakan, saat pelaksanaan PSBB operasi angkot tidak lagi memakai sistem ganjil-genap melainkan sistem shift A dan B.

“Kita bagi dalam A dan B supaya semua jumlah angkutan pada setiap trayek terbagi rata. Untuk menghindari gesekan di antara para pengemudi angkot sendiri,” terang Sapulette, saat ditemuai wartawan, Senin (22/6).

Sistem ini, sebut dia, bukan hanya berlaku bagi angkot di Kota Ambon, tetapi berlaku juga bagi angkutan di luar pulau Ambon. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dishub Provinsi, sehingga penerapan shift dapat diterapkan dengan maksimal baik, untuk AKDP maupun angkot dalam kota.

“Nanti kami minta juga pada Dishub Provinsi Maluku agar dalam penerapannya, Dishub Provinsi yang atur shift A dan B bagi AKDP,” ujar dia.

Tak hanya itu, selain penerapan shift tersebut, pengemudi angkutan harus mengutamakan protokol kesehatan dalam penanganan Covid 19, serta lakukan pembatasan jumlah penumpang. Hal tersebut dilakukan, untuk memastikan PSBB yang diterapkan oleh pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19 dapat maksimal.

Untuk itu, semua sektor harus mendukung apa yang telah diterapkan oleh pemerintah. Dengan mematuhi setiap aturan yang ada agar kasus Covid 19 yang saat ini dapat di tekan.

Mengingat kota Ambon saat ini, telah masuk dalam zona merah dengan angka kasus positif yang terus melonjak naik. Dan harus ada perhatian dan kedisiplinan bersama dalam memutus penyebaran tersebut.

“Protokol kesehatan tetap diberlakukan, itu wajib. Kemudian masalah pembatasan penumpang juga tetap dilaksanakan. Inikan kita membatasi orang untuk melakukan perjalanan, berarti sarana transportasi itu mesti juga kita batasi,” imbuhnya. (DHT)

Comment