by

Aktor Utama Pembunuhan di Pasanea Harus Terungkap

Ambon, BKA- Kasus pencurian dan kekerasan yang meregang nyawa korban RAP (71) di desa Pasanea, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) pada 16 Maret 2019 lalu kini berbuntut panjang.

Pasalnya, meski dua pelaku sudah ditahan penegak hukum, namun intisari kasus pencurian dan kekerasan ini belum ditemukan titik terangnya.

Dengan demikian, keluarga korban meminta kepada majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum Kejari Malteng agar bisa membongkar sampai ke akar-akarnya siapa yang merupakan dalang dibalik kasus berdarah ini.

“Kita berharap bapak jaksa dan pak Hakim bisa membuka kasus ini secara terang benderang, karena bagi kami pihak keluarga merasa ada sesuatu yang masih tersembunyi dan sampai sekarang masih ditutupi terdakwa Adiman Nurlete, ketika dia memberikan keterangan dipersidangan di Pengadilan Negeri Masohi pekan kemarin,” ujar anak korban, Ida Pattilouw kepada Berita Kota Ambon, Senin (1/6).

Sifat berbelit-belit dipersidangan yang ditunjukan terdakwa Adiman Nurlete, lanjut Ida, merupakan pintu masuk jaksa penuntut umum dan majelis hakim agar dapat menginterogasi yang bersangkutan, supaya dia bisa membuka benang merah dalam peristiwa pembunuhan terhadap ayahnya itu.

“Dia selalu saja berbelit dipersidangan, sehingga dari sifatnya itu kalau bisa pak jaksa dengan pak hakim menelusuri lebih dalam lagi terkait aktor utamanya,” jelasnya.

Disisi lain, Ida memberikan apresiasi yang tinggi kepada kepada Kejari Malteng dan majelis hakim yang menangani perkara ini, karena telah memvonis bersalah terdakwa pertama RT dengan delapan tahun penjara dan kini sedang menyidangkan lagi terdakwa Adiman Nurlete di pengadilan Negeri Masohi.

“Semoga dengan disidangkan terdakwa Adiman Nurlete, kasus ini kedepan bisa terungkap semua, dan untuk diketahui persidangan kasus ini masih dalam agenda pemeriksaan saksi-saksi yang memberatkan dan saksi meringakan. Sehingga keluarga korban pun berharap aktor utama dibalik kasus ini sekali lagi bisa terbuka,” imbuhnya.

Ida menambahkan, keluarga almarhum berpendapat bahwa sangat kecil tujuan mereka mencuri yang berulang sebanyak 4 kali berturut-turut jika tidak ada motif lain dibalik pencurian itu, khususnya terdakwa Adiman Nurlete.

“Menurut Bapak Muhammad Nur Pattilouw (65) adik dari Almarhum ayah saya, mereka akan minta kepada pak Hakim dan jaksa untuk diberikan kesempatan menyampaikan kesaksian tentang penjelasan almarhum di RSUD Masohi. Hal itu dilakukan karena mereka merasa punya bukti yang kuat. Sekalipun sudah dua orang ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, akan tetapi yang jelasnya aktor utama yang diduga menyuruh para terdakwa untuk mencuri dan membunuh korban pasti ada dan sampai kini belum dibuka secara terang-terangan di persidangan,”tandasnya. (SAD)

Comment