by

Alasan Prawira Tak Lagi Bersama Giedrius Zibenas

Jakarta, BKA- Penundaan liga karena pandemi virus korona kini sudah memengaruhi stabilitas tim IBL. Salah satunya Prawira Bandung. Karena tak mau berspekulasi dengan keadaan ini, maka Prawira memilih melepas kepala pelatih Giedrius Zibenas dan asisten pelatih Marius Jasevicius.

Memang sepertinya masalah tersebut terkesan pemutusan sepihak. Apalagi saat kami hubungi langsung, Coach Ghibbi bicara bahwa dirinya tidak tahu menahu soal pemutusan kerja sama dengan Prawira. Tidak ada pembicaraan dari manajemen sebelumnya. Tiba-tiba dirinya tahu bahwa sudah tidak lagi menjadi kepala pelatih lewat unggahan di Instagram @prawirabandung, pada 3 Juni 2020. Ia mengetahuinya tepat saat para pengikut Prawira di Instagram melihat unggahan tersebut.

“Sejujurnya, saya tidak tahu situasi yang terjadi di Prawira,” ujar Coach Ghibbi saat kami hubungi pada Kamis, 4 Juni 2020. “Mereka (Prawira) tidak bicara apa-apa kepada saya. Saya tidak melakukan pembicaraan dengan satupun orang dari tim. Saya cukup kaget waktu melihat unggahan Instagram tersebut. Karena sejauh pengetahuan saya, unggahan seperti itu hanya berarti satu, perpisahan.”

Pernyataan Coach Ghibbi memang cukup menarik. Pasalnya, Prawira sendiri sejauh ini bisa dibilang sebagai tim yang adem ayem. Jauh dari kabar miring, bahkan tentang dampak penundaan liga, seperti penyesuaian gaji. Karena kenyataannya memang tidak ada penyesuaian gaji.

“Sejauh ini dari pihak manajemen Prawira tidak melakukan penyesuaian gaji. Bahkan saya tidak mendengar ada rencana tentang hal itu,” kata Diftha Pratama, salah satu pemain Prawira.

Kembali ke soal Coach Ghibbi. Setelah ada kabar tentang pemutusan sepihak, akhirnya melalui iblindonesia.com, pihak Prawira mengeluarkan pernyataan yang berisi bahwa Coach Ghibbi sudah habis masa kontraknya. Ini disampaikan oleh Yuniadi NS selaku perwakilan dari Prawira Bandung.
“Bukan pemberhentian, memang kontrak Coach Ghibbi sudah habis.

Karena kami menunggu kelanjutan IBL 2020, maka Coach Ghibbi pulang dulu ke negaranya,” kata Yuniadi.

Coach Ghibbi sebenarnya sudah tidak melatih Prawira Bandung sejak bulan Maret 2020 lalu. Karena memang tim Prawira langsung meliburkan pemain sejak ada keputusan penundaan liga. Dan kenyataannya Coach Ghibbi memang tidak punya tempat tinggal di Bandung. Karena sudah berlangsung hampir dua bulan, maka pulang ke Lithuania memang jadi jalan terbaik. Ditambah lagi, kontraknya dengan Prawira sudah habis.

Pihak Prawira memang tidak punya opsi penyesuaian masa kontrak. Artinya, ketika kontrak sudah habis, dan liga belum selesai, maka tidak akan diperpanjang.

“Opsi untuk melanjutkan kontrak akan ada ketika sudah ada informasi yang pasti tentang kelanjutan liga. Tetapi sekarang kita bicara soal batas waktu kontrak Prawira dengan Coach Ghibbi memang sudah habis,” kata Syarel, kepada Mainbasket.

Lantas bagaimana bila IBL benar-benar dilanjutkan. Seperti yang diumumkan beberapa waktu lalu bahwa IBL 2020 bisa saja dilanjutkan pada bulan September mendatang. Dan langsung masuk babak playoff. Semua tim akan masuk playoff, termasuk Prawira Bandung.

Menurut Syarel, tim Prawira saat ini tengah membahas dua kemungkinan pilihan untuk pelatih. Apakah memanggil kembali Coach Ghibbi, atau mengganti dengan pelatih baru.

“Kedua opsi tersebut mungkin saja terjadi. Antara memanggil (Coach Ghibbi) atau mengganti. Sejauh ini masih dalam tahap diskusi internal tim,” katanya.

Syarel mengatakan bahwa Prawira akan mengikuti regulasi dan semua keputusan yang akan diambil oleh liga. Dilanjutkan atau tidak, tentu IBL sudah memikirkan keputsan yang tepat. Sementara itu, di tim Prawira sendiri juga tengah menyelesaikan kontrak-kontrak pemain yang habis.

Selain melepas Coach Ghibbi, Prawira juga sudah melepas Fendi Yudha Pratama. (INT)

Comment