by

Alther Akui Pakai Sabu-Sabu

Ambon, BKA- Terdakwa penyalahgunaan narkoba, Alther Yohanis Ridolf Patty (37) mengakui memakai narkotika jenis sabu-sabu sehingga dia berharap majelis hakim dapat memberikan hukuman meringankan, lantas ancaman JPU yang meminta agar divonis enam tahun penjara terlalu berat.

Permintaan tersebut disampaikan terdakwa melalui kuasa hukumnya, Peny Tupan dalam sidang lanjutan yang digelar secara online di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Rabu (1/7), dengan agenda pembacaan pembelaan atau pledoi terdakwa.

Terdakwa melalui kuasa hukumnya meminta, majelis hakim untuk mempertimbangkan tuntutan JPU tersebut, dengan alasan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa tidak belit-belit dalam persidangan, bersikap sopan dan menyesali perbuatan yang dilakukannya.

Sebelumnya, JPU Chaterina Lesbata menuntut terdakwa enam tahun penjara. JPU menilai terdakwa bersalah melanggar pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tetang narkoba.

Selain dituntut pidana penjara kepada terdakwa selama enam tahun, Majelis hakim juga menjatuhkan denda Rp. 800 juta subsider 3 bulan kurangan penjara.

Sidang putusan itu, dipimpin ketua majelis hakim Christina Tetelepta didampingi Hamzah Kailul dan Jimmy Wally selaku hakim anggota.

JPU menyebut, pemuda yang bermukim di kawasan Tanah Tinggi Kecamatan Sirimau Kota Ambon itu tertangkap anggota Satnarkoba Polres Kota Ambon. Terdakwa ditangkap di rumahnya di Tanah Tinggi, Selasa 08 Oktober 2019 sekitar pukul 19.30 wit.

Penangkapan bermula ketika polisi mendapat informasi dari informan bahwa terdakwa memiliki narkoba jenis sabu. Saat ditangkap, terdakwa memiliki satu plastik bening ukuran kecil berisikan penggalan-penggalan bening seberat 0,1120 gram.

Terdakwa mengakui sabu tersebut adalah miliknya. Rencananya, ia akan memberikan sabu itu kepada temannya bernama Carlos. Dia membeli sabu tersebut dari Gusye (DPO) dengan harga Rp. 1.000.000.

Awalnya terdakwa dimintai tolong oleh Carlos untuk mencarikan sabu. Carlos lalu memberikan uang sebesar Rp. 1.050.000 kepada terdakwa. Terdakwa lalu menelepon Gusye dengan mengatakan membeli pulsa.

Setelah selesai bertransaksi, Gusye langsung pergi. Ketika hendak pergi juga, terdakwa tertangkap. (SAD)

Comment