by

Ampera Beri Dukungan Moril ke Pemprov

Ambon, BKA- Puluhan mahasiswa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (Ampera) Maluku gelar demonstrasi di Kantor Gubernur Maluku, Senin (7/9).

Demo yang digelar itu bertujuan untuk memberikan dukungan moril kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, khususnya kepada Guernur Murad Ismail dan Sekda Maluku, Kasrul Selang.

Menurut Ampera, aksi demo yang digelar secara berturut di Kantor Gubernur Maluku, terkait aksi bernyanyi dan berjoget yang dilakoni pejabat Pemprov Maluku maupun Anggota DPRD Maluku, pada peringatan HUT Provinsi Maluku 19 Agustus lalu, telah dipolitisir oleh pihak tertentu untuk menjatuhkan kredibilitas pemerintah.

“Polemik yang memanas di publik terkait aksi joget yang dilakukan anggota DPRD Provinsi Maluku dan sejumlah pejabat Pemprov Maluku saat syukuran peringatan HUT Provinsi Maluku 19 Agustus lalu, telah digiring opininya, bahkan dipolitisir pihak-pihak tertentu dengan tujuan menjatuhkan wibawa dan kredibilitas pemerintah, ” teriak salah satu orator Ampera, Abubakar Mahu.

Makanya, aksi demo di Kantor Gubernur Maluku beberapa waktu lalu terus berlarut-larut. Sehingga Ampera meminta masyarakat agar jangan sampai terprovokasi, serta berharap agar pemerintah tetap fokus bangun Maluku.

Orator lainnya, Akbar Sowakil, menyampaikan, masyarakat jangan temakan isu pencemaran nama baik, yang mencatut Gubernur dan Sekda Maluku, dalam kasus penculikan salah satu aktivis, beberapa waktu lalu.

“Masyarakat jangan terprovokasi dengan isu hoaks dan terjebak ikut-ikutan melakukan framing dan penggiringan opini, yang seakan-akan menyalahkan pemerintah dalam hal ini, Gubernur dan Sekda,” ungkap Akbar.

Pada aksi itu,Ampera menyampaikan enam poin tuntutan, yakni, Ampera mendukung penuh kebebasan berpendapat dan juga mendukung Pemerintah Provinsi Maluku untuk menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan berkelanjutan. Meminta masyarakat Maluku agar tidak terprovokasi dengan pernyataan atau isu terkait dengan pencopotan Sekda Maluku, karena telah ditunggangi kelompok kepentingan. Menghimbau masyarakat Maluku agar tetap menjaga protokol kesehatan, dan mengapresiasi penuh Pemerintah Provinsi Maluku terkait dengan penanganan Covid-19. Meminta masyarakat Maluku agar tidak terprovokasi dengan kasus penahanan 13 orang warga, dan biarlah perkara ini ditangani oleh pihak yang berwajib. Mengajak masyarakat Maluku untuk tetap menjaga hubungan orang basudara dan kedamaian di Maluku. Mengutuk keras terkait isu pencemaran nama baik yang mencatut nama baik Gubernur Maluku dalam kasus penculikan salah satu aktivis beberapa waktu lalu.

Terkait aksi dan tuntutan Ampera itu, Sekda Maluku yang menemui massa pendemo, mengatakan, setiap aspirasi masyarakat, termasuk kritikan yang sifatnya konstruktif, pasti akan ditanggapi oleh pemerintah.

“Kita hargai saudara-saudara samua. Pemerintahan dimana pun sekarang ini sudah sangat akomodatif. Setiap aksi yang datang dengan baik-baik membawa aspirasi yang konstruktif, produktif, yang solutif, itu pasti kita tanggapi. Aspirasi yang disampaikan berupa saran, rekomendasi dan lain sebagainya, akan kita tindaklanjuti sesuai kewenangan yang kita punya.,” kata Sekda.

Sekda menjelaskan, terkait dengan aksi joget di DPRD Maluku, Sekda menjelaskan, jika pihaknya telah menjadikannya sebagai bahan intropeksi.

“Saya selalu bilang, kejadian kemarin (joget, red-) sudah menjadi bahan intropeksi bagi kita samua. Buat kita juga, buat masyarakat semua,” katanya.

Untuk itu, Sekda mengajak masyarakat tetap bersatu dan menjaga protokol kesehatan. “Kita harus tetap bersatu dan menjaga protokol kesehatan. Tetap pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan,” tandas Sekda. (BKA-1)

Comment