by

Anggota Polsek Nusaniwe Dilaporkan ke Polresta

Ambon, BKA- Pasangan suami isteri Jefry Wonlele dan Istrinya Sherly Tentua akhirnya mengadukan perkara dugaan perampasan anak laki-laki mereka berusia 8 bulan yang secara melawan hukum diambil oknum polisi Polsek Nusaniwe Bripka Arthur von Bulouw, ke unit PPA Mapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease.

Laporan pengaduan terhadap anggota Polsek tersebut dimasukan pasutri muda itu didampingi kuasa hukumnya Rony Samloy dan Jeanly Lopulalan.
Pengaduan itu disampaikan verbal oleh pasutri yang beralamat tinggal di Gunung Nona, Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Rabu (29/4) dan Kamis (30/4) kemarin.

Pantauan koran ini, ketika pasutri ini mendatangi kantor Polresta Ambon bersama kuasa hukumnya di kasawan perigilima, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, mereka disambut kepala unit PPA Mapolresta Ambon Happy Jambormias.

Kepada pasutri, Jambormias menyarankan kuasa hukum pasutri tersebut untuk membuat pengaduan tertulis untuk ditindaklanjuti.

Sebelumnya Jambormias, meminta kuasa hukum Pasutri ini untuk melakukan koordinasi dengan Kapolsek Nusaniwe Iptu Pieter Matahelumual untuk proses penyerahan kembali bayi milik pasutri tersebut.

Di hadapan Jambormias dan anak buahnya, ibunda balita itu Sherly Tentua menuturkan pada 16 April 2020 dia melaporkan suaminya Jefry Wonlele atas dugaan penelentaran anak setelah pasutri ini terlibat cekcok rumah tangga biasa.

Saat itu Sherly merasa panik dan kalut karena tak ada uang untuk membeli susu.

“Saya lapor suami saya di Pos Benteng dan saat itu yang terima pengaduan itu Pak Arthur von Bulouw, saya lihat sendiri namanya itu di papan nama pakaian dinas yang dia pakai. Lalu pak Arthur tawar untuk ambil anak saya. Karena pikiran saya kacau, ditambah dengan tidak punya uang, saya kasih anak saya itu begitu saja. Setelah itu pak Arthur bawa saya dengan mobil patroli ke kantor Polsek Nusaniwe di Latuhalat dan pak Arthur bikin surat pernyataan dan suruh saya tanda tangan.

Setelah itu Pak Arthur kasih saya uang Rp 30 ribu untuk pulang rumah,” tutur Sherly lirih.

Sehari kemudian, lanjut Sherly, suaminya pulang dan menanyakan keberadaan anak mereka sehingga muncul pertengkaran mulut dan rasa penyesalan dalam diri Sherly dan suaminya. Mereka sepakat mengambil kembali anak balita mereka yang telah dengan tanpa hak diambil oknum polisi dimaksud.

Ironisnya, ungkap Sherly, setelah diri-nya mengontak anggota polisi tersebut untuk mengambil kembali anaknya ternyata dengan berbagai dalih oknum.polisi ini menolaknya. “Pak Arthur bilang mau lapor dimanapun dia tidak takut,” ungkap Sherly.

Sherly menyatakan dirinya benar-benar khilaf dan kalut dan menyesal. “Saya minta pak Kapolres dapat menolong saya untuk mengembalikan anak saya. Tiap hari saya menangis memikirkan anak saya,” ucap ibu muda ini sedih.

Di kesempatan sama ayah balita tersebut Jefry Wonlele mengatakan beberapa hari oknum polisi Arthur von Bulouw memintanya ikut menandatangani surat pernyataan tetapi dirinya menolak keras.

“Beliau minta saya melalui telepon untuk tanda tangan surat pernyataan tapi saya menolak karena saya ingin anak saya dikembalikan. Saya masih sanggup mengurusi dan membesarkan anak saya meski dengan susah-susah,”kata Jefry.

Jefry menyebutkan saat dirinya meminta anaknya kembali oknum polisi arogan ini menolak dengan alasan dirinya tidak punya hak karena pasutri ini belum menikah resmi.

Kuasa hukum pasutri tersebut Rony Samloy menyesalkan arogansi dan kesewenang-wenangan oknum.polisi Polsek Nusaniwe tersebut.
“Atas dasar apa dia mengambil anak tersebut. Ini perampasan kemerdekaan orangtua kandung terhadap anak mereka. Surat pernyataan itu belum sempurna dijadikan alat bukti sepanjang belum diuji di pengadilan.

Surat pernyataan bukan akta otentik kecuali ada penetapan pengadilan menyangkut pengangkatan anak tersebut tetapi syaratnya harus ada pernyataan tidak keberatan dari orangtua si anak tersebut,” jelas Samloy.
Selalu kuasa hukum pasutri, Samloy meminta Kapolres dan Kapolsek Nusaniwe arif menyikapi hal ini. “Saya berharap pak Kapolsek dan pak Kapolresta agar menindak lanjuti hal ini secara bijak dan arif,” tandasnya. (SAD)

Comment