by

Angkot Wajib Kantongi Dokumen Perjalanan

Ambon, BKA- Setiap angkutan kota (angkot) yang hendak ke luar kota Ambon, diwajibkan mengantongi dokumen perjalanan seperti yang diamanatkan dalam Peraturan Walikota (Perwali) nomor 18 tahun 2020 tentang PSBB. Jika tak punya, angkot tersebut diarahkan untuk memutar balik.

Ini ditegaskan Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon, Robby Sapulette, saat dihubungi koran ini, Selasa (30/6). Dikatakan, banyak kasus yang ditemukan para petugas di posko perbatasan Kota Ambon dan Maluku Tengah selama penerapan PSBB.

Dengan tidak memberikan izin bagi angkot maupun penumpang yang tidak memiliki dokumen perjalan berupa surat keterangan keluar masuk (SKKM) untuk mengunjungi wilayah Kabupaten Maluku Tengah.

Menurutnya, tak hanya penumpang maupun pengemudi yang berasal dari luar Ambon saja yang harus melengkapi dokumen tersebut. Tetapi pengemudi maupun masyarakat yang ingin keluar dari Kota Ambon harus memenuhi syarat yang sama.

“Itu kan banyak sekali terjadi. Yang paling banyak itu kasus dari angkot dari Ambon ke Maluku Tengah. Karena pengemudi dan penumpang tidak mengantongi surat izin keluar masuk, karena dia tidak mengantongi surat-surat lain di dalam Perwali 18 itu,” jelas Sapulette.

Dituturkan, sejak diberlakukannya PSBB di Kota Ambon sering terjadi kasus yang sama. Yakni banyak angkot yang disuruh untuk memutar balik tujuan ketika hendak menuju Maluku Tengah.

“Mereka disuruh kembali, itu selalu terjadi di pos perbatasan. Baik di pos perbatasan Passo maupun Hunuth. Karena pengemudi maupun penumpang tidak mengantongi dokumen-dokumen itu,” tukasnya.

Sedangkan untuk angkutan yang berasal dari kabupaten lain yang masuk ke Kota Ambon, selalu melengkapi dokumen yang telah diisyaratkan sesuai dengan Perwali. Dengan begitu, masyarakat maupun pengemudi belum terlalu memahami tentang dokumen yang harus dilengkapi saat ingin keluar Kota Ambon.

“Tapi dari Maluku Tengah itu selalu mereka punya dokumen lengkap. Tapi yang di kota ini, mereka sama sekali tidak tahu kalau untuk keluar kota karena yang keluar kota pun harus mengantongi dokumen perjalanan titik jadi cukup banyak kendaraan yang kita kembalikan,” tambahnya.

Ia mengaku, para petugas di pos perbatasan tidak akan membiarkan pengemudi maupun masyarakat yang tidak mengantongi kelengkapan dokumen untuk keluar dari Kota Ambon. Mengingat kota Ambon merupakan zona merah penyebaran Covid-19.

Pasalnya, masyarakat yang berasal dari Kota Ambon bisa saja membawa virus ke Kabupaten lainnya yang merupakan zona kuning maupun hijau dan itu sangat berbahaya. (DHT)

Comment