by

Angkut Air Raksa,Tiga Pemuda Sulawesi Satu Tahun Bui

Ambon, BKA- Pengadilan Negeri (PN) Ambon akhirnya memvonis tiga terdakwa kasus kepemilikan cinnabar dengan hukuman satu tahun penjara denda Rp. 1 miliar subsider satu bulan pada sidang Rabu (15/7).
Ketiga terdakwa tersebut adalah Nur Abidin (32), Zainal alias bapa ona, dan Baso Wadiawe alias Basri (25), yang berupakan warga Sulawesi.
Majelis hakim menyatakan, ketiganya terbukti bersalah melanggar pasal 161 UU No. 4 tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.
Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan dari untutan JPU J. W. Pattiasina. Sebelumnya, ia menuntut hukuman penjara 1,6 tahun, juga menuntut ketiganya membayar denda senilai Rp. 500 Juta dan subsider 5 bulan penjara.
Sidang putusan itu dipimpin majelis hakim yang diketuai Lucky Rombot Kalalo didampingi Hamzah Kailul dan Christina Tetelepta. Para terdakwa didampingi penasehat hukum Ronal Salawane.
Di dalam dakwaan JPU, ketiga terdakwa tertangkap pada Senin 23 Maret 2020 sekitar Pukul 09 30 WIT saat berada dalam kapal KLM. Cahaya Baru di antara Perairan Pulau Buru dan Pulau Ambalau, Provinsi Maluku. Ketiganya sempat melarikan diri kearah daratan, namun dikejar oleh polisi.
Dalam kapal tersebut, ada muatan air raksa sebanyak 50 jerigen ukuran lima liter seberat 1775 kilogram. Selain itu, ada empat lembar asli dokumen kapal yang dibawa terdakwa.
50 jerigen tersebut diberi tanda.
Masing-masing, ada lima jerigen dengan tanda lakban coklat sebanyak 15 buah dengan berat 25 kilogram, ada 5 jerigen dengan tanda plastik merah sebanyak 35 seberat 40 Kilogram.
Terdakwa mengaku, sudah dua kali melakukan pengangkutan. Sebelumnya, mereka juga pernah mengangkut air raksa dengn berat yang sama pada akhir Februari 2020.
Jerigen yang telah diberi tanda tersebut adalah milik Opik dan Inal. Keduanya bertempat tinggal di Desa Iha dan Desa Lubu Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat. Sedangkan pemilik kapal adalah Narwati Djahiri.
Rencananya, barang tersebut akan dibawa ke Bau-bau Kecamatan Pasar Wajo Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Barang itu akan digunakan untuk keperluan pemisah emas yang digunakan pada alat tromol. (SAD)

Comment