by

Arifin Diancam 2,6 Tahun Penjara

Ambon, BKA- Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejari Malteng, mengancam terdakwa Zaenal Arifin Ohorella dengan pidana penjara selama 2,6 tahun, dalam kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (29/6).

Jaksa menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana lalu lintas sebagaimana diatur pasal 310 ayat (3) Undang-undang RI no. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Kejadian lakalantas ini terjadi di jalan umum Dusun Hurun Desa Tulehu Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah, pada Minggu 15 maret 2020 pukul 15.00 wit.

Didalam amar tuntutan, JPU menguraikan, awalnya sekitar pukul 14.00 wit, bersama-sama dengan tiga orang temannya, yang salah satunya adalah saksi Asmal Amyri Tuasamu alias Saro sedang duduk-duduk di pangkalan ojek pertigaan menuju Rumah Sakit Umum Tulehu sambil mengkonsumsi minuman beralkohol jenis sopi sebanyak 2 (dua) botol.

Setelah selesai mengkonsumi minuman keras tersebut, terdakwa dan ketiga temannya berencana hendak menuju ke kawasan Transit Paso, menonton balapan motor.

Tak lama setelah itu terdakwa mengambil sepeda motornya dan terlebih dahulu pergi meninggalkan ketiga temannya tersebut menuju ke kawasan Transit Passo.

Sementara itu, korban Pipit Kho alias Pipit baru selesai berbelanja di sebuah kios yang terletak di sebelah kiri ruas jalan umum Dusun Hurun Desa Tulehu hendak pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki di sisi sebelah kiri jalan (dilihat dari arah Desa Tulehu menuju Ambon).

Saat sedang berjalan, terdakwa muncul dengan mengendarai sebuah sepeda motor Yamaha Fino berwarna cokelat dengan nomor polisi DE 2003 LT dari arah belakang korban. Terdakwa melaju dengan kecepatan kurang lebih diatas 60 km, lalu menyerempet sepeda motor yang sedang terparkir di depan kios buah milik La sarmin.

Setelah terdakwa menyerempet sepeda motor tersebut, terdakwa lalu kehilangan kendali atas motor yang dikendarainya. Sehingga terdakwa langsung menabrak korban yang sedang berjalan kaki dari arah belakang.

Hal itu mengakibatkan korban terlempar kurang lebih sejauh 7 meter dan jatuh di kios depan rumah kos-kosan. Korban langsung tidak sadarkan diri dan mengalami patah kaki pada betis kaki kirinya dan segera dilarikan ke rumah sakit oleh masyarakat sekitar.

Setelah mendengar tuntutan itu,sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Jenny Tulak dibantu Lucky Rombot Kalalo dan Essau Yerisitouw selaku hakim anggota menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pledoi dari kuasa hukum terdakwa Robert Lesnussa. (SAD)

Comment