by

Arteria PDIP Minta KPK Telisik Dugaan Korupsi Kartu Prakerja

Ambon, BKA- Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Arteria Dahlan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut anggaran pelatihan program prakerja senilai Rp5,6 Triliun. Menurut dia, program kartu prakerja merupakan gagasan bagus, namun pelaksanaannya ganjil.

Terdapat delapan platform digital atau start up yang terlibat dalam program tersebut, yakni Tokopedia, Skill Academy by Ruang Guru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir dan Sisnaker.

“Bagaimana delapan vendor digital tanpa tender yang diberikan kuota raksasa, Pak Ketua, oleh pemerintah, bagaimana bisa terjadi, bagaimana strategi pengawasannya, tidak cukup dengan mundur, Pak. Ini korupsi,” kata Arteria dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama KPK yang disiarkan langsung secara online, Rabu (29/4).

Ia pun lantas menyoroti dua staf khusus presiden, Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra, yang sempat membuat polemik.
Belva merupakan CEO Ruangguru yang perusahaannya itu merupakan mitra kerja dalam program pelatihan prakerja. Sementara Taufan merupakan CEO PT Amartha yang sempat menyurati camat-camat di seluruh Indonesia untuk membantu relawan perusahaannya menangani Covid-19.

Keduanya kini sudah mengundurkan diri dari kursi staf khusus presiden.
“Anak muda, Pak. Saya muda enggak pernah rampok uang rakyat. Ini anak baru umur 20-an tahun ngerampok uang rakyat triliunan. Malu kita jadi anak muda,” ucap Arteria.

“Kita minta tolong Pak ketua mainkan ini,” lanjutnya.
Hal senada dilontarkan oleh anggota Komisi III Fraksi Gerindra, Habiburokhman. Ia menyoroti harga yang harus dibayar pemerintah terhadap mitra prakerja untuk setiap peserta pada setiap kelas.

“Konteks pelatihan, ada pelatihan bikin tempe itu harganya Rp600 ribu. Itu dikejar, Pak. Kita gregetan,” imbuh dia.

Program kartu Prakerja mendapat sorotan publik karena peserta diharuskan mengikuti sejumlah pembelajaran. Tidak langsung mendapat uang.

Pembelajaran itu disediakan oleh platform Tokopedia, Skill Academy by Ruang Guru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir dan Sisnaker.

Sorotan lain tertuju kepada Ruangguru, yang mana CEO-nya merupakan staf khusus Presiden Jokowi, yakni Adamas Belva. Kini dia telah mengundurkan diri dari stafsus Jokowi. (INT)

Comment