by

ASN Balai POM Ambon di Polisikan

Ambon, BKA- Salah satu ASN Badan Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) Ambon, AS, harus berurusan dengan hukum.

Sikap dan tindakan AS yang diduga telah menyerang nama baik orang tanpa bukti, membuat korban SP langsung memilih jalur hukum.

Korban SP yang adalah ASN Balai Pelestarian Sejarah Maluku melalui kuasa hukumnya, Rony Samloy, mengatakan, tindakan yang dilakukan AS dianggap tidak baik dan menyerang pribadi SP.

Pelaku AS menyebut korban SP adalah “ASN Lesbian”. Sehingga korban SP langsung melaporkan tindakan itu ke Polsek Sirimau, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Tentu hal ini tidak diterima korban SP. Makanya, dari pernyataan itulah kita sudah melaporkan hal ini ke Polsek Sirimau untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Lapornnya dimasukkan pada Selasa, 14 Juli kemarin ,” ujar Samloy, kepada Beritakota Ambon di pelataran Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (15/7).

Menurut dia, pelaku AS dilaporkan atas kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap orang lain.

Samloy berujar, informasi yang diterima dari pihak kepolisian, pihak pelaku mau melakukan mediasi di Polsek Sirimau. Namun kliennya menolak, dan berkeinginan agar proses hukum tetap dilanjutkan sampai ke Pengadilan.

“Jadi tadi kita dengar informasi, kalau klien saya mau dipanggil untuk madiasi. Tapi dia tidak mau, karena dia merasa nama baiknya sudah dicemarkan. Makanya, kita mau proses hukum harus berjalan,” jelasnya.

Pengacara muda ini menambahkan, atas laporan yang dimasukan di Polsek Sirimau, dirinya percaya, pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Sehingga kedepan, tidak ada lagi terjadi hal-hal seperti itu. Apalagi korban dan pelaku merupakan ASN.

“Kita percayakan Polsek Sirimau untuk melakukan penyelidikan terhadap laporan ini. Saya berharap, laporan yang kami masukan itu secepatnya diusut, supaya orang yang diduga melakukan perbuatan tersebut diproses hukum, karena negara ini negara hukum,” tandasnya.(SAD).

Comment