by

ASN dan Anggota DPRD Maluku Akan Ditracking

Ambon, BKA- Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Maluku, Bodewyn Wattimena, mengungkapkan, pihaknya telah meminta Dinas Kesehatan Provinsi Maluku untuk melakukan “tracking” terhadap ASN maupun Anggota DPRD Provinsi Maluku, untuk melacak sejauh mana penularan Covid-19 dilingkungan kantor yang berada di kawasan Karang Panjang (Karpan), Kota Ambon itu.

Hal itu dilakukan Wattimena menyusul adanya salah satu ASN maupun Anggota DPRD Maluku yang telah terkonfirmasi positif Covid-19, setelah melakukan perjalanan pada daerah zona merah penyebara virus itu di Pulau Jawa.

Upaya “tracking” itu, lanjutnya, lebih diutamakan dilakukan bagi ASN maupun Anggota DPRD Maluku yang telah melakukan kontak dengan kedua pasien positif corona itu.

“Mungkin dalam satu atau dua hari ini, tim akan melakukan tracing untuk mencari tahu, orang-orang yang melakukan kontak dengan anggota DPRD yang terpapar corona,” ungkap Wattimena, Selasa (4/8).

Memang sebelumnya, ungkapnya, terhadap staf Sekretariat yang terkonfirmasi positif Covid-19, telah dilakukan tracking beberapa hari lalu. Hasilnya, diperoleh kesimpulan kalau ada empat orang yang harus melakukan Swab.

“Hari ini (kemarin, red-) sementara melakukan Swab di Dinkes Maluku. Jadi ada empat orang pegawai yang melakukan tes Swab, itu hasil tracing untuk satu pegawai di Sekretariat DPRD,” terangnya.

Sedangkan untuk anggota DPRD yang positif, trackingnya akan dilakukan hari ini, Rabu(5/8), kepada seluruh unsur pimpinan dan anggota DPRD serta ASN lingkup Sekretariat Dewan.

Wattimena mengungkapkan, riwat Anggota DPRD Maluku itu terpapar Covid-19 berawal dari salah satu ASN Pemda Maluku dinyatakan positif corona.

Kebetulan istri dari ASN itu bekerja sebagai pegawai di Sekretariat DPRD Maluku, yang kebetulan menjalankan tugas pendampingi Pansus ke Jakarta.

Berdasarkan informasi itu, Sekwan lantas memerintahkan ASN staf Sekretariat tersebut agar tidak berkantor dulu setelah kembali dari Jakarta. Namun setelah melakukan Swab, ternyata ASN itu positif Covid-19.

“Nah, kebetulan Ketua Pansus adalah anggota DPRD yang terpapar positif Covid-19. Beliau (ketua pansus) kontak dengan pegawai tersebut, karena sama-sama melakukan perjalanan ke Jakarta. Jadi bukan akibat dari mereka melakukan perjalanan Pansus. Tapi penularan itu terjadi sejak melakukan kontak selama perjalanan dari sini (Ambon). Sehingga siklusnya dari pegawai DPRD itu,” jelasnya.(RHM)

Comment