by

ASN di Busel Wajib Bayar Zakat, Segini Nominalnya

BUSEL, BKA- Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan (Busel) diwajibkan membayar zakat fitrah tahun 1441 hijriah/2020 masehi dalam wilayah Kabupaten Buton Selatan. Penetapan besaran zakat fitrah tiap kecamatan di Busel bervariasi.

Berdasarkan keputusan Bupati Busel nomor: 174 tahun 2020 tentang penetapan besaran zakat fitrah dalam wilayah Kabupaten Busel.

Kabag Kesra Setda Busel, Dedi Hasriadi mengaku, besaran zakat fitrah dalam wilayah Busel tahun 1441 hijriah/2020 masehi bervariasi tiap kecamatan. Ini berdasarkan indeks harga bahan pokok makanan berupa beras dan jagung serta rasionalisasi kebutuhan konsumsi muzaki perjiwa. Rata-rata kemampuan ekonomi masyarakat untuk setiap kecamatan.

Kata dia, tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Busel juga sudah diterbitkan SK untuk dibentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) begitupun disejumlah masjid.

Untuk Kecamatan Batauga harga bahan makanan perliter beras Rp 10.000 dan jagung Rp 7000. Sedangkan nilai kadar zakat fitrah beras 3,5 liter perjiwa Rp 35.000 sementara jagung Rp 24.500 perjiwa.

Sementara Kecamatan Sampolawa beras Rp 9000 sedangkan jagung Rp 6000. Sedangkan nilai kadar zakat fitrah beras Rp 31.500 perjiwa sementara jagung Rp 21.000. Sedangkan Kecamatan Lapandewa beras Rp 10.000, jagung Rp 5000. Besaran nilai zakat fitrah beras Rp 35.000 sedangkan jagung Rp 17.500.

Untuk Kecamatan Siompu jagung Rp 10.000, jagung Rp 5000. Besaran nilai zakat fitrah Rp 35.000 untuk beras, sementara jagung Rp 17.500. Siompu Barat Rp 9000 untuk beras, Rp 7000 untuk jagung. Besaran nilai zakat Rp 31.500 perjiwa untuk beras, jagung Rp 24.500 perjiwa.

Sedangkan Kadatua beras Rp 9000, jagung Rp 6000. Besaran nilai zakat fitrah Rp 31.500 beras untuk perjiwa. Jagung Rp 21.000 perjiwa. Sementara Batuatas untuk beras Rp 10.000, jagung Rp 6000. Sedangkan nilai besaran zakat Rp 35.000 beras, Rp 21.000 untuk jagung.

Ia mengaku, tiap OPD di Busel juga sudah dibentuk panitia pengumpul zakat. Begitupun dengan sejumlah mesjid.

“Satu minggu sebelum lebaran sudah harus dibagi kepada penerima zakat fitrah,” kata Dedi Hasriadi secara eksklusif kepada Butonpos.

Ia menjelaskan, tiap OPD juga sudah dibentuk amil zakat. Sedangkan untuk infak Rp 3000. Infak ini sifatnya sukarela bisa juga lebih dari jumlah tersebut.

Ia menegaskan, semua ASN lingkup Pemkab Busel wajib bayar zakat di Busel. Karena penghasilannya diambil dari Kabupaten Busel.

“Karena penghasilan ASN diambil dari Busel maka kebijakan pak Bupati dan Baznas disepakati maka diwajib membayar zakat di Busel agar dibagikan kepada penerima zakat di Busel, meskipun ASN Busel tersebut tinggal di daerah lain, ” katanya.

Idealnya tiap individu yang mendapatkan penghasilannya dari daerah tersebut maka wajib mengeluarkan zakat fitrah ditempat dimana ia mendapatkan rejeki tersebut.

Zakat fitrah merupakan harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya). Zakat berarti berarti ‘bersih’, ‘suci’.(int)

Comment