by

Aturan PSBB Harus Dipertegas

Ambon, BKA- Anggota komisi I DPRD Provinsi Maluku, Alimudin Kolatlena, meminta, agar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Ambon harus dipertegas lagi, kalau memang dilakukan perpanjangan.

Memang pemberlakukan PSBB selama ini sudah berjalan maksimal. Namun masih ada yang perlu lebih dipertegas lagi.

“Pemberlakukan PSBB di Kota Ambon kurang lebih dua minggu kemarin, memang sudah selesai waktunya dan masyarakat juga sudah terbiasa. Cuma harus lebih dipertegas lagi dari sisi pengawasan, jika rencana PSBB dilanjutkan,” tegas Alimudin pada koran ini, Senin (6/7).

Jadi penegasan bukan hanya dilakukan dari sisi aturan saja, namun juga dari sisi fungsi pengawasan. Karena selama ini, masih terlihat sejumlah kelonggran yang ditemukan dilapangan, selama masa PSBB lalu.

Ia mencontohkan, dalam titik-titik tertentu, masih terlihat pengawasan yang cukup ketat. Namun sebaliknya, pada beberapa titik lain, fungsi pengawasannya kurang menjadi perhatian petugas.

Misalnya pada aturan angkutan umum. Sudah ditentukan, daya angkut hanya 50 persen dari biasanya. Ternyata, setelah jauh dari penghilatan petugas, mereka tetap memaksakan mengangkut penumpang sesuai daya angkut normal.

“Memang tingkat kesadaran masyarakat dengan aturan PSBB sudah cukup bagus, tapi semuanya tergantung bagaimana Pemkot dengan aparaturnya itu perketat pengawasan pada semua titik. Karena terlihat, dititik-titik tertentu pengawasannya super ketat. Tapi dititik lain, itu terlihat longgar saja,” bebernya.

Temuan yang sama juga sering terlihat pada beberapa titik tempat keramaian umum.

Namun secara umum, kata Alimudin, penerapan PSBB sudah berjalan bagus. Itu bisa terlihat dari tren jumlah kasus Covid-19 dalam laporan per harinya mengalami penurunan.

“Kan sebelum PSBB, kita lihat angka kenaikan per hari cukup seginifikan. Itu diatas angka 20 sampai 30 kasus. Setelah itu, angka per harinya turun setelah diberlakukan PSBB, meskipun secara akumulasi angkanya naik,” pungkasnya. (RHM)

Comment