by

Awal PSBB Masih Bersifat Sosialisasi

Ambon, BKA- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah diterapkan Pemerintah Kota Ambon sejak Senin kemarin, berlaku selama 14 hari kedepan. Namun untuk hari pertama dan kedua, masih bersifat persuasif serta sosialisasi kepada masyarakat. Selanjutnya, akan diberikan sanksi bagi yang melanggar.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengungkapkan, pihaknya belum menerapkan sanksi karena masih memberikan keringanan kepada masyarakat yang melanggar. Tapi hal tersebut tidak berlangsung lama, karena di hari ketiga penerapan PSBB akan ada sanksi yang diterapkan langsung.

“Hari ini (kemarin) kan mulai dengan penerapan PSSB. Tapi hari pertama kedua, kita masih mengambil langkah-langkah yang sifatnya persuasif. Sambil mengedukasi masyarakat untuk betul-betul menggunakan syarat-syarat yang diisyaratkan,” terang Louhenapessy, saat mengunjungi Posko PSBB di di depan Bandara Pattimura Ambon, Laha, Senin (22/6).

Dan saat ini, Gugus Tugas juga telah mensosialisasikan kepada seluruh sektor yang ada terkait dengan syarat PSBB yang harus dipatuhi.

“Hari ini itu Gugus Tugas seluruhnya turun sosialisasi. Baik itu di rumah makan, cafe, toko, kantor supaya itu diperhatikan sesuai dengan syarat PSBB,” tegasnya.

Disebutkan, ada sanksi yang akan diberikan saat adanya pelanggaran yang dilakukan masyarakat maupun para pelaku usaha saat penerapan PSBB.

Menurutnya, sanksi tersebut akan langsung ditangani oleh petugas yang telah disiapkan. Yakni dengan minimal denda Rp 50.000 hingga Rp 30.000 kepada pelanggar. Dan untuk penerapan PSBB sendiri, akan dievaluasi oleh tim independen yang tidak tergabung dalam Gugus Tugas. Sehingga evaluasi yang dilakukan akan lebih terbuka, terkait dengan kekurangan saat penerapan PSBB yang dilakukan.

“Hasil pantauan kita hari ini, dia berlanjut pada sore hari. Itu ada tim evaluasi yang nanti akan evaluasi. Jadi tim itu tidak masuk dalam Gugus Tugas, dia tim independen. Dan dia akan memberikan penilaian kira-kira apa yang masih kurang dari Gugus Tugas, kita perbaiki lagi untuk itu,” terangnya.

Dikatakan, untuk saat ini sudah banyak masyarakat yang sadar terhadap pemberlakuan PSBB. Hal tersebut dikarenakan ada penerapan PKM sebelumnya. “PKM yang kita laksanakan itu memberikan dampak yang baik. Karena saat kita melaksanakan PSBB ini, itu masyarakat sudah siap,” tambahnya.

Untuk itu, dengan penerapan PSBB harus ada sinergitas dari seluruh elemen sehingga angka kasus positif dapat diturunkan di Kota Ambon.
“Kalau seluruh ini bisa bekerja secara baik didukung oleh TNI dan Polri serta seluruh masyarakat bisa maksimal, saya optimis tingkat ini bisa kita turunkan,” cetusnya.

Politisi Golkar ini menambahkan, pada hari ketiga pelaksanaan PSBB nanti, dirinya akan mengundang Gubernur Maluku untuk turun bersama meninjau langsung penerapan yang dilakukan.

“Nanti hari ketiga itu saya mau mengundang Forkopimda, pak gubernur, panglima, kapolda untuk juga turun melihat tentang penerapan itu. Tapi nanti kalau masih ada beberapa kekurangan, kita benahi lagi,” tutup Louhenapessy. (DHT)

Comment