by

Ayah Pembunuh Anak Diadili

Ambon, BKA- Vantje A. Loppies alias Vance alias Vavo merupakan terdakwa yang tega menghabisi anak laki-lakinya sendiri yang masih berusia tiga tahun di Kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Pria 36 tahun itu mulai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (9/6), dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Hamzah Kailul, dibantu Christina Tetelepta dan Lucky R. Kalalo selaku Hakim Anggota. Sedangkan terdakwa di dampingi kuasa hukumnya, Alfred Tutupary.

Sidang perdana itu dibuka untuk mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon, Elsye B. Leonupun.

Dalam berkas dakwaan, JPU menguraikan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi 27 Januari 2020, sekitar pukul 16.00 WIT, tepatnya di rumah terdakwa.

Awalnya, saksi Fredrik Lopies bersama dengan anaknya, Hendrik Lopies, serta saksi Richard Lopies dan korban G.L, baru saja bangun tidur dan tengah duduk diatas kuburan yang berada di halaman rumah terdakwa.

Saat itu, terdakwa pulang ke rumah sambil marahmarah karena terlihat baru saja selesai minum minuman keras. Saksi Fredrik Lopies yang sedang menyapu halaman rumah, menegur terdakwa agar tidak boleh mengeluarkan kata-kata kotor.

Tapi terdakwa tidak mau ambil pusing, lalu dia memukul saksi pada bagian belakang kepala dan hidung, sehingga mengeluarkan darah.

Saksi kemudian menghibar dan melarikan diri dari rumah. Terdakwa kemudian pergi mengambil sebilah parang, sambil mengejar saksi lain, yakni, Richard Lopies yang sementara berada di rumah yang bersebelahan dengan rumah terdakwa.

Karena takut, saksi Richard Lopies juga memilih menghindar. Namun ketindakan terdakwa tidak berhenti disitu. beberapa saksi yang juga adalah keluarganya, juga memilih menghindar dari rumah terdakwa.

Terdakwa kemudian melihat korban yang merupakan anknya sendiri yang masih berusia tiga tahun, yang tengah menonton TV.

Terdakwa memanggil korban untuk dimandikan. Saat terdakwa membuka pempres korban yang sudah penuh kotoran, langsung naik pitam.

Terdakwa lantas menganiaya korban yang masih sangat kecil berulang kali, hingga tidak sadarkan diri.

Sejumlah tetangga terdakwa yang melihat korban sudah tidak sadarkan diri itu, berusia melarikan korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Tapi sayang, nyawa korban tak tertolong.

“Perbuataan terdakwa diancam pidana dalam pasal 80 ayat (4), jo pasal 76 C Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak,” tandas JPU.

Usai mendengarkan pembacaan dakwaan JPU, sidang ditunda hingga Selasa (16/6) dengan agenda mendengarkan saksi-saksi fakta.(SAD)

Comment