by

Ayah Pembunuh Minta Dihukum Seumur Hidup

Ambon, BKA- Vantje A. Loppies alias Vance alias Vavo (36), terdakwa pembunuh anak kandung berusia tiga tahun di Negeri Silale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, mengaku, sangat menyesali perbuatannya.

Sebagai tanda penyesalan, pria 36 tahun ini meminta agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada dirinya.

Bahkan dia sendiri meminta agar dihukum seumur hidup oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Ambon. “Pak Hakim, hukum beta (saya) seumur hidup sudah,” kata Vance, saat sidang lanjutan yang mendengarkan kesaksian istri terdakwa di pengadilan Negeri Ambon, Senin (22/6).

Terkait permintaan terdakwa untuk dihukum seumur hidup di pengadilan, penasehat hukumnya, Alfred Tutupary, mengaku, pernyataan yang disampaikan kliennya itu merupakan sebuah kekesalan terhadap perbuatannya sendiri terhadap putranya. Sehingga tidak mungkin majelis hakim menjerat hukuman seumur hidup kepada terdakwa.

“Kan itu hanya kekesalan dia. Tidak mungkin majelis juga mau hukum seumur hidup. Kan ada aturannya,” jelas Tutupary.

Didalam persidangan kasus ini, semua pembuktian dipersidangan sudah selesai dilakukan, dalam hal ini menghadirkan beberapa saksi fakta yang mengetahui peristiwa pembunuhan korban.

Akan tetapi, terang Tutupary, didalam dakwaan JPU yang menyebut terdakwa menganiaya korban dengan menampar korban sembari membenturkan kepada korban ke dinding bak mandi, itu tidak benar.

Dan sesuai pengakuan terdakwa, dia hanya menampar korban sehingga kepalanya mengenai dinding bak mandi. “Jadi kalau terdakwa memegang kepala korban lalu dibenturkan ke bak mandi, itu tidak benar. Yang benar, terdakwa menampar korban sehingga kepalanya terbentur mengenai dinding bak,” jelasnya.

Tutupary berujar, persidangan terdakwa Vantje A. Loppies alias Vance alias Vavo, pemeriksaan saksi sudah selesai. Sekarang hanya menunggu tuntutan JPU pada pekan depan. “Kita tunggu agenda tuntutan jaksa saja, entah ancaman berapa, prinsipnya sebagai penasehat hukum akan kita kerja dengan sebaik-baiknya. Dan semua keputusan, kita serahkan ke majelis hakim,” tandasnya.

Sebelumnya, Vantje A. Loppies alias Vance alias Vavo diadili Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (9/6). Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Hamzah Kailul, dibantu Christina Tetelepta dan Lucky R. Kalalo selaku Hakim Anggota. Sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Alfred Tutupary. JPU, Elsye B. Leonupun.

Terdakwa didakwa JPU telah melanggar pasal 80 ayat (4), jo pasal 76 C Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
(SAD)

Comment