by

Banyak Siswa Gunakan Nomor Hp Orangtua

Ambon, BKA- Untuk membantu siswa dalam proses belajar Daring, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI akan memberikan bantuan pulsa data atau kuota internet kepada siswa setiap bulan.

Namun kenyataan dilapangan, banyak siswa yang tidak memiiki smartphone. Siswa menggunakan smartphone orangtua unuk mengikuti pelajaran secara Daring. Sehingga banyak nomor handphone orangtua yang dikirim pihak sekolah untuk mendapat bantuan itu.

Karena itu, bagi orangtua yang mendapat bantuan paket internet tersebut diharapkan dapat menjaga kepercayaan pemerintah dengan baik, untuk kepentingan belajar siswa di sekolah.

“Jadi sekolah bisa gunakan nomor Hp milik orangtua untuk mendapatkan bantuan pulsa data. Tapi dengan catatan, orangtua harus menjaminkan Hp bisa diberikan kepada anaknya untuk mengikuti proses belajar. Karena orangtua sekarang ini sulit dipercaya, sehingga untuk bantuan dari Kemendikbud ini, kita butuh kepercayaan itu. Jangan sampai setelah kuota internet diberikan, orangtua jusrtu gunakan untuk kebutuhan lainnya yang tidak berkaitan dengan kebutuhan selama proses belajar Daring,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon, Merry Mairuhu, Selasa (8/9).

Menjaga kepercayaan pemerintah dan sekolah itu, lanjut Mairuhu, sangat penting. Karena bantuan yang diberikan itu untuk kepentingan belajar anak yang dilakukan secara jarak jauh. Karena memang dalam pelaksanaannya, banyak keluhan yang disampaikan orangtuan, termasuk keluhan pulsa data.

“Itu yang perlu dijaga. Bahwa sekolah dengan berbagai cara telah berupaya untuk membantu siswa dalam belajar. Karena sebagian besar data yang dimasukan itu rata-rata menggunakan nomor Hp milik orangtua. Itu berarti, sekolah telah memberikan kepercayaan kepada orangtua untuk menggunakan bantuan itu. Lalu kalau bantuan itu tidak dipergunakan sesuai dengan kebutuhan, maka itu sama halnya orangtua bukan saja menyusahkan sekolah, tapi anak-anak. Sebab semua upaya yang dilakukan saat ini, semuanya untuk kepentingan masa depan anak-anak. Sehingga perlu kerjasama yang baik dari orangtua terkait penggunaan bantuan itu,” pungkas Mairuhu. (LAM)

Comment