by

Banyak Tidak Punya Smartphone

Ambon, BKA- Kepala SD Negeri 47 Ambon, Semmol Wenno, mengakui, banyak siswa di sekolah itu yang tidak memiliki smartphone. Sehingga tidak akan menerima bantuan pulsa data atau paket internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Jadi kita hanya mengirim data siswa yang memiliki Hp android. Karena banyak siswa yang menggunakan Hp milik orangtua, bahkan ada yg tidak miliki Hp sama sekali.

Untuk mendapatkan bantuan pulsa data tersebut, kata Wenno, siswa harus memiliki smartphone. Padahal, banyak siswa yang selama ini belajar Daring menggunakan smartphone milik orangtua.

Bila sekolah, katanya, ingin mendaftarkan nomor Hp orangtua, maka itu perlu dilakukan penyesuaian lagi. Karena data siswa yang dikirim semuanya melalui online, yakni, pada Dapodik sekolah.

Selain itu, terangnya,berdasarkan kerja sama yang pernah sekolah itu lakukan dengan Telkomsel, ternyata siswa yang menggunakan Hp milik orangtua, tidak bisa dapat bantuan. Karena masing-masing siswa dengan linknya.

“Siswa bisa gunakan Hp orangtua, tapi dengan catatan, orangtua harus rela untuk tidak gunakan Hp selama proses belajar di rumah ini berlangsung. Ini yang jadi soal juga, bahwa sama saja kita bantu siswa, tapi mereka tidak belajar dengan baik,” ungkapnya.

Namun begitu, pihaknya juga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena kalau ingin membantu siswa untuk pengadaan smartphone, itu juga sulit. Sebab harganya mahal.

Sedangkan kalau ingin etap memasukkan nomor Hp orangtua, katanya, ditakutkan tidak akan diberi bantuan.

“Sebab ini bantuan dari pusat. Sehingga pasti kita juga harus pertanggungjawabkan bantuan tersebut, lewat proses belajar yang dilakukan. Masalahnya, banyak siswa yang gunakan Hp orangtua. Sehingga bisa saja dalam belajar tidak maksimal. Misalnya, saat mulai belajar, orangtua juga mau gunakan Hp. membuat siswa juga ketinggalan dalam belajar. Jadi yang tidak punya Hp ini sangat repot. Kalau sekolah mau bantu juga, tidak sanggup. Karena kita hanya berharap dana BOS. Itupun hanya bisa untuk biaya operasional sekolah. Ini yang kita harapkan, ada perhatikan khusus kepada anak-anak ini, karena sekolah kesulitan untuk membantu mereka,” tandas Wenno. (LAM)

Comment