by

Banyak Warga Tak Paham Listrik Gratis

Ambon, BKA- Pemerintah pusat melalui Presiden RI, Joko Widodo, menggulirkan program listrik gratis bagi pelanggan kategori tertentu. Kebijakan ini diambil sebagai langkah untuk mengurangi dampak ekonomi warga, akibat wabah virus corona (Covid-19).

Tapi tidak semua pelanggan PT PLN (Persero) bisa mendapatkan listrik gratis. Subsidi ini hanya menyasar kalangan tertentu, yakni, golongan pelanggan daya 450 VA dan 50 persen daya 900 VA.

Sayangnya, program listrik gratis yang sudah berlangsung sejak tiga bulan, terhitung mulai April, Mei dan Juni, serta kini diperpanjang lagi hingga September, ternyata masih belum dipahami warga secara umum, baik di Kota Ambon maupun kabupaten/kota lainnya di Maluku.

Masih banyaknya warga yang belum memahami program listrik gratis dimasa pandemi viru corona itu, diakibatkan kuragnya sosialisasi. Kalau pun ada, itu hanya sebatas brosur atau selebaran yang disediakan di kantor-kantor PLN. Sehingga tidak menyentuh seluruh warga, terutama di pedesaan yang rata-rata merupakan ekonomi lemah, apa lagi di masa pandemi Covid-19.

Kalau sudah begini, siapa yang harus disalahkan atas ketidak pahaman masyarakat mendapatkan layanan listrik gratis, apakah pihak PLN atau pihak pendor sebagai mitra PLN dalam pencatatan meter dan pengawasan kWh meter di rumah-rumah pelanggang.

Salah satu ibu rumah tangga di Negeri Tengah-Tengah, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), yang merupakan pelanggang PLN golongan 450 VA, Nyai Tahapary, mengaku, dirinya pernah mendengar kalau ada program listrik gratis. Namun tidak mengetahui cara mendapatkan listrik gratis bantuan subsidi pemerintah itu.

Tapi saat ini, dia sudah mendapatkan subsidi pemerintah itu. Tapi dia diberitahu oleh tetangganya yang juga berdomisili di Kota Ambon. Kalau untuk mendapatkan bantuan subsidini itu, dengan cara menggunakan aplikasi WhatsApp ke nomor tujuan +62 812-2123-123, untuk mendapat pulsa gratis sebesar Rp 25 ribu per bulan.

“Tapi sebelumnya, beta (saya, red-) pernah tanya salah satu petugas PLN dari Tulehu yang saat itu ingin menagih tagihan listrik. Om, katanya ada program listrik gratis? Tapi dia hanya mencatat nomor ID pelanggang, setelah dikasi nomor token gratis, tanpa menjelaskan tata cara mendapatkan pulsa gratis itu,” akui Tahapary.

Setelah ditelesuri, ternyata masih banyak warga Negeri Tengah-Tengah yang tidak paham cara mendapat subsidi listrik gratis dari pemerintah itu.

Ketua Tim II Pengawas Pelaksanaan Penanggulangan Covid-19 DPRD Maluku, yang membidangi masalah ekonomi dan Jaring Pengaman Sosial (JPS), Asis Sangkala, mengatakan, hari ini, Kamis (25/6), timnya akan turun langsung memantau rumah pelanggang yang berada di Negeri Suli dan Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), untuk memastikan secara langsung masyarakat yang berhak menerima subsidi dari pemerintah itu.

“Besok (hari ini, red-) kami akan secara langsung melihat masyarakat yang berhak menerima subsidi listrik di Kecamatan Salahutu. Rencana di desa Suli dan Tial sebagai sampel aja,” tandasnya.

Memang akuinya, pihaknya sendiri telah mendapat penjelasan dari GM PLN UIW M2U, bahwa semua pelanggang sudah menerima layanan listrik gratis. Tapi peninjauan itu penting dilakukan, untuk memastikan kebenaran itu.

Sementara itu, Manager Komunikasi PT PLN UIW M2U, Ramli Malawat , yang dikonfirmasi menyangkut minimnya sosialisasi listrik gratis ke masyarakat, mengatakan, sejak program itu diberlakukan, pihaknya sudah melakukan berbagai sosialisasi lewat berbagai media cetak, medsos dan elektronik, termasuk penyediaan brosur.

“Kami sudah menindaklanjuti instruksi dari pemerintah pusat, untuk pemberlakukan listrik gratis kepada pelanggang daya 450 VA dan discon 50 persen daya 900 VA, lewat beberapa media cetak, elektronik, medsos dan layanan brosur,” akui Malawat.

Tapi memang akuinya, sosialisasi itu belum menyentuh semua masyarakat, terutama di kawasan pedesaan yang banyak belum bisa mendapat layanan listrik gratis, lantara keterbatasan sarana komunikasi.

“Memang dalam pertemuan dengan DPRD, kita mengakui, masih ada kekurangan dari PLN melakukan sosialisasi penuh ke desa-desa. Itu kami akui. Tapi kami tetap berupaya untuk melakukan sosialisasi ini ke masyarakat, agar dapat membantu masyarakat yang belum paham mendapatkan layanan listrik gratis,” akuinya lagi.

Malawat berharap, agar masyarakat yang belum paham agar dapat menghubungi layanan pelanggang PLN terdekat, karena telah dibuka posko pengaduan pelanggang.(RHM)

Comment