by

Belajar Daring Sulit Dilakukan

Ambon, BKA- Kepala SD Inpres 36 Rumah Tiga, A. Metekohy, mengatakan, sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melaui Dalam Jaringan (Daring) masih sulit dilakukan. Karena sekolah yang dipimpinnya itu, masih sangat terbatas dengan fasilitas teknologi.

Padahal sebagai pimpinan, katanya, dirinya sangat menginginkan PJJ yang dilakukan pada masa pandemik Covid-19 ini, bisa berjalan melalui daring. Namun hal itu tidak bisa dipaksakan, lantaran dari jumlah keseluruhan siswa, hanya beberapa saja yang memiliki fasilitas pendukung pembelajaran online tersebut.

“Artinya, dengan belajar online, kita juga bisa mempermudah guru dan siswa di rumah. Tapi karena kebanyakan para orangtua dan siswa itu tidak punya HP android, makanya kita hanya fokus pada belajar secara Luar Jaringan (Luring) saja. Pola ini yang sudah kita lakukan selama 3 bulan ini,” ungkap Metekohy, Rabu (24/6).

Bahkan, jika di tahun ajaran baru 2020/2021, pemerintah masih kembali berlakukan PJJ, maka dia memastikan, sekolah yang dipimpinnya itu akan tetap melakukan KBM secara luring atau offline.

Untuk itu, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan pola pembelajaran secara manual, guna memastikan PJJ berjalan lancar di tahun ajaran baru, yang rencananya mulai berlangsung 13 Juli mendatang.

“Jadi kita tetap lakukan pengaturan pola pendidikan secara offline. Karena siswa yang belajar secara manual lebih banyak dibanding online. Sehingga kita harus sesuaikan dengan itu. Tidak mungkin kita paksakan siswa untuk beli HP android di tengah wabah seperti ini,” tutur Metekohy.

Menurut dia, apapun keputusan pemerintah di tahun ajaran baru ini, sekolah akan tetap mengikutinya. Dengan tetap menyesuaikan dengan kondisi siswa. “Yang pasti, terkait PJJ secara daring, SD inpres 36 Rumah Tiga masih sulit untuk dilakukan. Diluar itu, sekolah tetap berupaya agar anak-anak tetap belajar,” tandasnya. (LAM)

Comment