by

Belajar Di Rumah Dinilai Tidak Berhasil

Ambon, BKA- Belajar di rumah atau jarak jauh yang diberlakukan pemerintah akibat pandemik Covid-19, dinilai tidak berhasil oleh satuan pendidikan tingkat sekolah.

Kepala SD Negeri 3 Ambon, Lien Was, mengatakan, proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) itu dinilai tidak berhasil. Karena berdasarkan penilaian hasil belajar anak didik tahun ajaran 2019/2020 lalu, kualitas para siswa justru semakin menurun, jika dibanding dengan proses pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Gagalnya proses ini, akibat kurangnya kepedulian pihak terkait terhadap siswa. Dalam hal ini, dukungan orangtua mengawasi anak di rumah masih sangat minim. Jadi, meskipun belajar daring, tapi tidak berhasil. Terbukti, walaupun anak belajar melalui internet, tapi mereka mempunyai nilai di bawah standar,” ungkap Was, Senin (28/6).

Kepala SD Negeri 3 Ambon, Lien Was

Selain itu, proses belajar jarak jauh ini juga dinilai tidak berhasil karena masih banyak siswa yang tidak memiliki fasilitas belajar online, seperti HP android dan pulsa data.

“Jika dilihat, selain di buku, siswa juga perlu belajar dari guru yang menerangkan lebih detail. Sebab yang memiliki HP android juga terkendala, karena harus mengeluarkan uang untuk membeli pulsa data. Jika orangtua tidak punya uang untuk hal itu, juga susah,” katanya.

Untuk itu, kata Was, pemerintah mesti memperhatikannya. Sebab, pembelajaran secara daring atau jarak jauh yang dilakukan akibat Covid-19, sama sekali berbeda dengan tatap muka secara langsung, yang dinilai lebih efektif.

Karena itu, jika PJJ kembali dilakukan pada tahun ajaran 2020/2021 mendatang, maka pasti akan tetap berdampak kepada siswa, khususnya siswa kelas satu, sepanjang belum ada perhatian serius dari pemerintah.

“Kelulusan dan kenaikan kelas tahun ini saja banyak mengandung nilai rekayasa. Memang kita maklumi situasi saat ini. Tapi kualitas anak-anak juga jangan diabaikan. Perlu perhatian dan kepedulian. Bukan hanya lewat anggaran, tapi juga pola-pola pembelajaran yang baik di tengah pandemik ini. Kita tidak tahu, bagaimana nasib siswa kelas satu kali ini. Apakah mereka bisa baca dan menulis atau tidak. Sebab, tidak semua orangtua mendukung dan itu sudah jelas terbukti,” tegas Was.

Untuk itu, dia berharap, agar pemerintah bisa mengatur jalannya proses pendidikan dengan sebaik mungkin, agar para siswa tidak ketinggalan kualitas di tengah Covid-19 ini.

“Kita ingin agar pemerintah bisa mengatur untuk belajar tatap muka dengan cara apa pun. Nanti teknis pengaturan jam pelajaran, itu diatur dengan baik sesuai protokoler kesehatan. Itu yang diharapkan dari pemerintah. Karena yang paling merasakan dampak adalah kita. Selain membuat peraturan, pemerintah juga harus bisa pastikan peraturan itu berjalan maksimal atau tidak,” pungkas Was. (LAM/MG1)

Comment