by

Belasan Pejabat Dilantik Gubernur

Ambon, BKA-Gubernur Maluku, Murad Ismail, melantik 18 pejabat tinggi pratama dilingkup Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Maluku, yang digelar di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (22/4).

Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Maluku Nomor 203 tahun 2020, untuk mengisi sejumlah jabatan kosong yang selama ini dijabati oleh pelaksana tugas (Plt).

Sejumlah pejabat yang dilantik, yakni, Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, M. Marasabessy. Kadis Perumahan Rakyat dan Pemukiman, Denny Lilipory. Kadis Pemuda dan Olahraga, Sandi Alexsander Wattimena. Kadis Perikanan, Abdul Haris. Kadis Pendapatan, Djalaludin Salampessy.

Lanjut, Sekertaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku, Bodewin Wattimena. Asisten III Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekertaris Daerah (Sekda) Maluku, Ismail Usemahu.

Sedangkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Anthon Lailosa. Kadis Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup, Roy Korneles Syahuta.

Sementara itu, Halima Soamole menjabat sebagai Kadis pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, Daniel Edward Indei. Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa, Umar Alhabsi. Kepala Sarpol PP, Jhon Andre Adriaansz.

Selain itu, Gubernur Maluku juga melantik sejumlah Kepala Biro (Biro) Setda Maluku, yakni, Karo Kesra Setda Maluku, Haji Muhammad. Karo Humas dan Protokol, Melky Lohy. Karo Pemerintahan, Dominggus Nikodemus Kaya. Karo Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Alwiya Alaydrus. Karo Administrasi Pembangunan dan Pengadaan Barang atau Jasa, Muhamad Suitjatmono. Karo Umum Setda Maluku, Abdulrahman Maruapey.

Gubernur dalam sambutannya meminta, pelantikan ini dalam rangka mencipatakan pemerintahan yang efektivitas dalam pembangunan maupun pelayanan publik.

“Setidaknya ada tiga indikator utama yang harus diperhatikan dalam proses penataan birokrasi dengan mengedepankan sistem merit, yakni, kualifikasi, kompetensi atau kapabilitas dan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN),” katanya.

Karena dengan indikator inilah bisa menjadi dasar dalam menempatkan ASN pada jabatan pimpinan tertinggi dilingkup Pemprov Maluku.

Murad juga menjelaskan, untuk proses pemilihan para pejahat yang dilantik ini, dilakukan melalui seleksi terbuka secara kompetitif, dengan melibatkan panitia seleksi yang terdiri dari unsur birokrasi, akademisi, para profesional serta assesment center markas besar kepolisian.

“Hal ini kita lakukan untuk mendukung orang yang tepat dalam jabatan yang tepat, sesuai dengan kompetensi yang dimiliki ASN,” tuturnya.

Murad melanjutkan, karena pelantikan ini dilaksanakan saat kondisi negara maupun daerah, khususnya wilayah Maluku, tengah terpapar Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), maka semua pejabat yang dilantik telah diberikan tugas pertama untuk melakukan pencegahan, agar masyarakat tidak terjangkit wabah mematikan ini.

“Untuk itu, tugas pertama kepada saudara-suadara adalah segera melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 dan penanganan dampaknya bagi masyarakat, baik itu dari aspek sosial maupun ekonomis,” pungkasnya.(BKA-1)

Comment