by

Belum Ada Laporan Koperasi Bebani Anggotanya

Ambon, BKA- Pasca dilanda wabah Covid-19, hingga saat ini belum ada laporan dari anggota koperasi khususnya koperasi simpan pinjam yang membebani anggota koperasi dengan dana simpan-pinjam. Ini ditegaskan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Ambon, Marthen Keiluhu, saat dihubungi koran ini, Minggu (31/5).

Menurutnya, dari 60 koperasi simpan pinjam yang ada di Kota Ambon, sampai saat ini belum ada laporan dari anggota koperasinya dalam membebankan anggota koperasi terkait dana simpan-pinjam.

Sebab, pihaknya akan memberikan sanksi kepada koperasi saat terjadi laporan kasus pembebanan tersebut sesuai dengan aturan yang ada pada dinasnya.

“Jika ada koperasi yang membebani masyarakat otomatis koperasi tersebut akan ditindak sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi,” tegas Keiluhu.
Meski demikian, pihaknya juga akan melakukan pengecekan sendiri saat ada laporan kasus untuk dapat mengambil kebijakan yang adil bagi koperasi maupun anggota koperasi.

“Tidak serta-merta koperasi langsung diberikan sanksi, tapi harus ada pembuktian dari anggota bahwa adanya pelanggaran yang dibuktikan melalui prosedur yang telah diatur,” tuturnya.

Dikatakan, ada prosedur yang harus ditaati, baik oleh pihaknya maupun koperasi. Karena koperasi sendiri merupakan sebuah instansi independen yang berdiri sendiri, sehingga harus ada prosedur yang baik dalam menangani masalah-masalah terkait koperasi dan anggotanya.

“Kita bisa berikan sanksi, tapi maksudnya mereka itu independen. Artinya harus dibuktikan karena mereka lewat mekanisme anggota, karena kalau keputusan rapat bilang begitu kita tidak bisa tindak,” tukasnya.

Ia melanjutkan, pengecekan sendiri akan dilakukan berdasarkan data yang ada dan setiap koperasi juga diwajibkan untuk melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang secara otomatis akan diketahui masalah yang timbul dari koperasi sendiri maupun anggota koperasi.

Karena memang akuinya, segala hal yang berurusan dengan koperasi harus diputuskan lewat rapat anggota tahunan (RAT).

“Misalnya kalau koperasi tidak memberikan kesejahteraan bagi anggota, menyulitkan anggota. Kemudian anggotanya lapor, salah dimana, keputusan apa yang dilanggar di dalam rapat anggota. Karena semua keputusan dari rapat anggota,” pungkasnya. (DHT)

Comment