by

Belum Ada Pelayaran Penumpang

Ambon, BKA- PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Ambon mengaku, hingga saat ini belum ada pelayaran penumpang untuk kapal penumpang milik Pelni. Dengan tetap mengikuti arah Pemerintah Daerah setempat.

Manager Usaha PT Pelni Cabang Ambon, Robby Murnadi mengatakan, walaupun adanya kebijakan dari PT Pelni Pusat tentang adanya pembukaan operasional kapal penumpang sebagai tindaklanjut dari instruksi pemerintah soal pelonggaran transportasi bagi pihaknya, belum dapat dilakukan.

Sebab, hingga saat ini pihaknya masih mengikuti arahan dari Gugus Tugas Covid 19 Provinsi Maluku yang membatasi adanya kapal maupun transportasi lainnya yang masuk ke Ambon, dengan membawa penumpang.

Dan sesuai arahan Gugus Tugas Provinsi Maluku, sambung dia, Kota Ambon hingga saat ini belum diiziinkan untuk adanya pemberlakuan tersebut.

“Iya mengikuti aturan dari Tim Gugus Covid dan sementara ini Ambon belum diizinkan,” ungkap Munardi, saat dihubungi wartawan, Senin (11/5).
Ia menghimbau kepada masyarakat yang ada untuk tetap di rumah saja, karena belum ada pelayaran yang dilakukan dengan melibatkan penumpang didalamnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga tidak lagi menjual tiket kapal. Karena belum ada satu kapal yang diizinkan membawa penumpang untuk berlayar ke daerah lainnya.

“Kita tidak menjual tiket, karena tidak ada kapal yang membawa penumpang yakni masyarakat biasa,” bebernya.

Diakuinya, saat ini kapal yang masuk ke Ambon juga merupakan kapal dengan muatan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di Kota Ambon dan sekitarnya. Namun untuk pelayaran penumpang dengan adanya kebijakan dari pusat, pihaknya akan tetap mengikuti arahan dari pemerintah setempat.

Pasalnya, dari kebijakan pusat tersebut memang ada persyaratan yang diberikan yakni semua penumpang diharuskan mengikuti rapid test, untuk memastikan penumpang aman dan sehat dalam kapal.

“Karena penumpang berada di dalam kapal biasanya lebih lama dan berkontak dengan masyarakat lainnya maupun ABK kapal yang ada,” tutupnya. (DHT)

Comment