by

Belum Ada Solusi Bagi Siswa Kelas Kecil

Ambon, BKA- Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sirimau, Abdulah Suamole, mengatakan, hingga saat ini, belum ada solusi yang tepat bagi siswa kelas kecil, terutama siswa kelas I, jika ditahun ajaran baru nanti kembali dilakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Itu kendala yang ditemukan saat ini, yaitu, belum ada solusi bagi siswa di kelas kecil, seperti, kelas satu yang baru masuk. Mereka kan, masih kecil. Perlu bimbingan orangtua serta pendampingan guru setiap hari. Bersyukur, kalau keputusan pemerintah untuk belajar di sekolah itu dilakukan. Kalau tidak, maka akan sulit untuk mengajarkan mereka secara online,” ujar Suamole, Senin (22/6).

Hal tersebut, katanya, sangat berbeda dengan siswa kelas besar. Karena mereka memang sudah pernah melakukan proses KBM secara daring. Hanya perlu penyesuaian saja di tahun ajaran baru ini.

Tapi bagi kelas I, tidak mungkin di paksakan untuk belajar online. Karena mereka harus diajarkan untuk menghitung, membaca, dan menulis. Dan itu perlu tatap muka secara langsung di sekolah. Meskipun hanya beberapa jam saja.

“Untuk itu, sangat diharapkan, agar kebijakan 4 jam belajar di sekolah bisa dilakukan di tahun ajaran baru ini. Meskipun hanya beberapa jam. Yang penting, anak-anak kelas I ini bisa belajar. Dengan catatan, bahwa protokoler kesehatan harus tetap dilakukan, untuk mencegah penyebaran virus di lingkungan sekolah,” ulas Suamole.

Namun, jika kebijakan 4 jam belajar di sekolah ini tidak bisa dilakukan, maka tentu harus memikirkan solusi lain, terkait pola belajar yang tepat bagi anak-anak kelas baru ini. Hal harus dipikirkan sejak dini, sebelum memasuki tahun ajaran baru pada 13 Juli mendatang. .

“Sehingga untuk saat ini, kami masih memikirkan bagaimana solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Sambil berharap, adanya intruksi dari pemerintah mengenai akan di berlakukannya sistem belajar 4 jam. Kita akan siap untuk mengatur waktu belajar nantinya. Karena itu, kami guru-guru dari Kecamatan Sirimau berharap pemerintah cepat mengambil keputusan,” pinta Kepala SD Negeri 40 Ambon ini.

Sementara terkait dengan kesiapan sekolah, dalam hal ini fasilitas pembelajaran online, menurutnya, masing-masing sekolah tengah mempersiapkan sumber daya pendidik, lewat berbagai pelatihan, seperti workshop dan lainnya. Sehingga para guru diharapkan bisa menggunakan fasilitas dalam rangka mendukung siswa belajar dari rumah.

“Setiap sekolah diharuskan untuk memiliki alamat website. Sehingga kita terus melakukan upaya-upaya untuk itu. Disamping itu juga, kita mendorong para guru untuk mengisi waktu dalam tahun ajaran baru ini, dengan belajar menggunakan media pembelajaran online, demi mendukung para siswa belajar secara online,” tandas Suamole. (LAM/MG1)

Comment