by

Belum Pasti KBM di Sekolah

Ambon, BKA- Sampai sekarang belum ada kepastian terkait proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan dilakukan di sekolah atau tetap melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Wakil Kepala SD Negeri 4 Ambon, Wem Maoke, mengatakan, pemerintah belum memberikan jaminan, jika pada tahun ajaran baru nanti KBM akan kembali dilakukan di sekolah.

“Karena sampai dengan saat ini, tidak ada kepastian kepada sekolah bahwa proses KBM akan kembali dilakukan seperti biasa. Sekolah juga tidak bisa mengambil keputusan, sebab sekolah tidak bisa menjamin keselamatan anak-anak di sekolah,” kata Maoke, Selasa (2/6).

Selain itu, katanya, sekolah sangat terbatas dalam berbagai hal. Sehingga pemerintah yang harus bertanggungjawab menyiapkan berbagai fasilitas yang dibutuhkan, jika KBM kembali diterapkan di sekolah.

“Sulitnya, rata-rata sekolah di Kota Ambon berdasarkan kompleks. 1 kompleks, bisa sampai 8 sekolah, bahkan lebih. Lalu kalau KBM kembali seperti biasa, apakah sekolah bisa mengatur prosesnya sesuai dengan protokoler kesehatan. Dalam hal ini jaga jarak dan cuci tangan. Itu yang tidak bisa kami berikan jaminan,” ucapnya.

Hal ini yang membuat Maoke masih berkeinginan agar proses KBM dilakukan secara daring atau jarak jauh. Sampai dengan adanya intruksi pemerintah, terkait dengan perkembangan penyakit Covid-19 ini. Apalagi pihaknya belum mendapatkan kepastian terkait teknis KBM untuk tahun ajaran baru, yang rencananya akan mulai berlangsung pada Juli mendatang.

“Wacanan ini, kita hanya dengar dan ikuti lewat media social maupun media cetak. Kalau tahun ajaran baru akan mulai bulan Juli. Di Kota Ambon, belum ada informasi apa-apa. Dengan demikian, terkait dengan tahun ajaran baru ini, kita belum bisa pastikan nantinya seperti apa. Tapi melihat situasi sekarang ini, ditambah belum ada jaminan dari pemerintah, baiknya, kita belajar di rumah dulu. Jangan paksakan keadaan. Sebab guru sendiri saja kerepotan mengurus dirinya sendiri, bagaimana mau urus ratusan bahkan rimbuan anak ini,” terang Maoke.

Menurutnya, jika nantinya dipaksakan untuk KBM dilaksanakan di sekolah, maka pihakya meminta agar pemerintah sejak dini sudah harus memperhatikan sekolah-sekolah yang minim fasilitas. Khusus fasilitas pencegahan maupun penanganan Covid-19.

“Tidak bisa harap sekolah. Anggaran tidak begitu banyak untuk mengurus hal-hal ini. Kalau pun kebijakan, sekolah takut disalahgunakan. Berbeda kalau ada intruksi langsung, kalau semua anggaran digunakan untuk cegah penyakit corona. Itu pun, tidak cukup kalau KBM di sekolah. Intinya, kalau mau KBM di sekolah, harus ada jaminan dari pemerintah. Tapi, sekarang ini belum ada. Jadi, bisa saja proses KBM tetap di rumah,” pungkas Maoke. (LAM)

Comment