by

Belum Semua Orangtua Paham PJJ

Ambon, BKA- Selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dilakukan, ternyata kendalanya buka saja soal fasilitas atau pola pembelajaran dari guru. Tapi juga karena belum semua orangtua memahami sistem dari proses pembelajaran ini,” ungkap Wakil Kepala SD Inpres 36 Rumah Tiga, Riny Wairisal, Jumat (24/7).

Menurut Wairisal, PJJ yang dilakukan akibat pandemi Covid-19 ini, membutuhkan peran pihak lain dalam membimbing siswa, salah satunya orangtua siswa itu sendiri.

Ia mengatakan, peran orang tua dalam PJJ itu sangatlah penting. “Selama PJJ, baik secara Daring maupun Luring dari rumah, peran orangtua adalah yang paling penting, karena mereka
sebagai pengganti guru di sekolah. Kalau mereka belum pahami akan sistem dari PJJ ini, maka sama saja sulit. Buktinya, PJJ yang kita sudah lakukan selama 3 bulan di akhir tahun lalu itu, tertumbuk banyak kendala. Selain karena anak-anak ini masih kecil, tapi juga karena orangtua mereka belum paham apa yang kita lakukan saat ini. Ini yang harus diperhatikan sebelum kita masuk tahun ajaran baru ini. Sebab latar belakang orangtua
ini berbeda-beda,” bebernya.

Wairisal mengatakan, secara otomatis orangtua akan
dilibatkan dalam berbagai tugas yang diberikan. Untuk
itu, kata Wairisal, orangtua pun harus belajar untuk mengerti semua pelajaran yang diberikan. Karena selain untuk mengingatkan anaknya belajar dan mengerjakan tugas, anak juga pastinya membutuhkan orangtua ketika ada materi belajar yang kurang dia pahami.

“Hal tersebut menandakan bahwa orangtua harus siap sedia, baik dari segi wawasan dan pengetahuan untuk mendukung keberhasilan sistem PJJ. Sebagai tanda bahwa benar orangtua adalah pengganti guru di rumah. Namun kenyataannya, masih ada orang tua yang belum memahami sistem PJJ ini. Selain kurang paham (dalam hal wawasan), orang tua juga masih kurang memiliki pengetahuan. Lalu kalau ini tidak diperhatikan, maka pasti pembelajaran terhambat,” kata Warisal.

Untuk itu, perlu ada perbaikan, sebelum PJJ dilakukan.
Mengingat para guru akan mengalami kesulitan, jika
kendala tersebut belum diselesaikan secara tuntas.

“Pemerintah harus melihat persoalan ini. Kalau tidak,
percuma saja kita lakukan PJJ, tapi anak-anak tidak
belajar dengan baik, hanya karena belum ada
kesepahaman yang sama antara sekolah dan orangtua.
Semoga ini bisa diperhatikan,” pungkasnya. (LAM)

Comment