by

Berharap Tidak Ada Polemik Soal Bantuan Kuota Internet

Ambon, BKA- Terkait kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI yang akan memberikan bantuan kuota internet kepada siswa, Kepala SD Advent Ambon, Javed Kay, berharap, tidak ada polemik baru diantara orangtua dengan sekolah.

Karena pada saat proses pendataan, banyak anak-anak didiknya yang tidak memiliki Hp android. Sehingga tidak bisa dipaksakan untuk mendapatkan bantuan tersebut.

“Memang pada saat mendafar itu, ada pilihan, pakai nomor Hp sendiri atau nomor Hp ayah/ibu. Tapi sama saja. Ada yang tidak bisa kita daftar, karena memang pilihan-pilihan itu pun tidak bisa dipenuhi. Nah yang ditakutkan adalah pernyataan pak menteri, yang mengatakan, jika ada siswa yang tidak beli Hp baru, sekolah bisa fasilitas lewat dana BOS. Ini soal bagi kita yang sekolah kecil. Bersyukur sekolah yang banyak siswa, tapi kalau yang kecil seperti SD Advent Ambon, memang sama sekali tidak bisa penuhi itu. Bersyukur karena bantuan itu, ada orangtua yang beli Hp baru. Tapi yang tidak beli, ini justru karena berharap sekolah yang beli. Saya kira ini yang perlu dijelaskan detail oleh dinas, supaya bisa dipahami oleh sekolah maupun orangtua dan siswa,” ujar Kay, Selasa (8/9).

Tidak hanya itu, kata Kay, bantuan yang akan diberikan selama 4 bulan itu juga belum ada petunjuk detail, terkait tahapan penyalurannya. Menyebabkan bisa saja ada siswa yang tidak mendapatkan bantuan tersebut. Pasalnya hingga saat ini, menurutnya, kurang lebih 20 juta siswa sudah melakukan pendaftaran untuk mendapatkan bantuan itu.

“Jadi kita tidak tahu, apakah nanti proses penyaluran bantuan itu bertahap atau seperti apa? Kita belum dapat informasinya. Sebab sebagai bukti pendaftaran, kita sebagai penanggungjawab sekolah akan menandatangani fakta ingeritas. Itu berarti, bantuan ini juga pasti butuh pertanggungjawaban dari setiap sekolah. Ini yang belum jelas. Karena saat ini, kita hanya diminta untuk mengirim data siswa lewat Dapodik sekolah saja. Mungkin nanti ada petunjuk selanjutnya, kita belum tahu. Tapi kita harapkan, bantuan ini tidak membawa persoalan baru bagi sekolah,” paparnya.

Selain siswa, lanjutnya, sekolah juga harus mengirim data para guru lewat Dapodik sekolah. Untuk itu, sangat diharapkan ada petunjuk secara detail bagi sekolah. Agar sekolah tidak bertanya-tanya terkait proses penyaluran itu.

“Bukan berarti kita tidak percaya, tapi bantuan ini kan secara nasional. Jangan sampai kita sudah kirim data, tapi tidak direaliasikan karena tidak sesuai dengan petunjuk. Sebab kalau dengan jumlah siswa dan guru yang banyak ini, bisa jadi proses penyalurannya dibatasi. Tapi kita berharap, tidak ada kendala hingga proses penyalurannya nanti,” tandas Kay. (LAM)

Comment