by

Berkas 7 Pembunuh Dirampungkan

Ambon, BKA- Pasca ditetapkan sebagai tersangka, berkas tujuh tersangka pembunuhan di Desa Faan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), dirampungkan penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Maluku Tenggara (Malra).

Kasat Reskrim Polres Maluku Tenggara Iptu H. Siompo ketika dikonfirmasi Berita Kota Ambon mengaku, berkas 7 tersangka pembunuhan di desa Faan tersebut saat ini masih dalam perampungan berkas.

Selain itu, proses pemeriksaan saksi-saksi fakta pun terus dilakukan.
“Jadi kita juga sedang periksa saksi-saksi. Termasuk ada saksi fakta di TKP,” ungkap Siompo melalui sambungan selulernya,Selasa (12/5).

Sambil proses perampungan berkas dilakukan lanjut dia, penyidik juga akan menggelar rekonstruksi atau reka ulang untuk melengkapi berkas perkara kasus berdarah ini.

“Jadi sebelum kita rekonstruksi. Nanti kita gelar pra dulu di kantor Polres Malra,” tandas Siompo.

Sebelumnya diberitakan,Tujuh tersangka yang melakukan pembantaian terhadap empat warga di Desa Faan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malteng), diancam pasal berlapis.

Tujuh pembantai itu masing-masing, TR alias Tedi (27), YM alias Ucu (39), TS alias Tom (46), WR alias Weli (36), JR alias Yan (30) dan LK alias Lukas (61) serta satu anak dibawa umur yakni GR.

“Jadi penyidik satuan Reserse dan Kriminal sudah mengamankan para pembunuh tersebut, dan setelah dilakukan pemeriksaan termasuk pemeriksaan saksi-saksi, ketujuh orang itu resmi ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kapolres Maluku Tenggara, AKBP, Alfaris Pattiwael ketika di hubungi Berita Kota Ambon melalui selulernya, Kamis (7/5).

Menurut dia, ketujuh tersangka tersebut disangkakan dengan pasal berlapis, yakni pasal 340 jo, 338 jo, 170 jo, 351 jo KUHP dan pasal 56 KUHP serta Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951, tentang penggunaan senjata tajam, ancaman pidana maksimal hukuman mati.

“Saat ini enam tersangka sudah diamankan di Rutan Polres Malra, disertai dengan barang buktinya masing-masing, sedangkan untuk satu tersangka tidak ditahan karena masih dibawah umur,” tandasnya.

Informasi yang dihimpun dari keluarga korban di Desa Faan menuturkan, kejadian itu awalnya lantaran masalah hak warisan dalam satu garis keturunan keluarga Rumangun.

Kronologis awalnya, tujuh tersangka itu datang ke TKP dengan korban HR untuk bertemu korban AS yang bertindak sebagai kuasa hukum. Dan disitu juga ada korban lain yakni ER dan FR. ketika berhadapan,korban HR melarang ketiga korban melakukan aktifitas di lokasi kebun tersebut.

Namun larangan korban HR tidak dihiraukan oleh ketiga korban.hingga berujung pada aksi pembacokan yang dilakukan tujuh tersangka. (SAD)

Comment