by

Berkas Penganiaya Guru Dirampungkan

Ambon, BKA- Sampai kini berkas perkara tersangka ZBN, pembacok guru di Negeri Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), masih dirampungkan penyidik Unit Reskrim Polsek Pulau Haruku.

Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Iptu Julkisno Kaisupy kepada Berita Kota Ambon mengungkapkan, sampai kini berkas perkara tersangka ZBN dalam perampungan oleh penyidik di Unit Reskrim Polsek Pulau Haruku.

Perampungan berkas perkara tersangka untuk memperlancar proses penyidikan yang dilakukan polisi untuk kepentingan persidangan supaya tersangka dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya itu didepan hukum.

“Prinsipnya anggota pasti percepat proses perampungan berkas tersangka, semua ini dilakukan demi percepat persidangan kasus ini,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan koran ini, setelah menangkap pelaku ZBN, dan dilakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi, penyidik Unit Reskrim Polsek Pulau Haruku, menetapkan siswa 15 Tahun ini sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap gurunya ES (56), di Negeri Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

“Jadi setelah dilakukan pemeriksaan saksi, pelaku langsung ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini,” ungkap Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease. Iptu Julkisno Kaisupy kepada Berita Kota Ambon, Selasa (5/5).

Kata dia, tersangka kini disangkakan melanggar pasal 351 ayat (1) KUHPidana.

“Karena tersangka masih dibawah umur, dia dititipkan di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Hiti-Hiti Hala-Hala di Lateri, Kecamatan Baguala, Kota Ambon,” tandasnya.

Sekedar tahu saja, Nasib sial dialami ES (56), salah satu guru yang bermukim di Negeri Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Dia ditebas dengan benda tajam (parang) oleh pelaku ZBN yang merupakan muridnya sendiri.
Aksi pembacokan dilakoni siswa SMA Kelas I berusia 15 Tahun ini karena melihat korban ES mengancam ayah pelaku dengan pisau di depan rumahnya.

Imbasnya, pelaku keluar melihat korban sedang mengancam ayah korban, dia langsung melayangkan parang ke korban mengenai telapak tangan korban.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Iptu Julkisno Kaisupy dalam rilis yang diterima wartawan Senin (4/5) petang menuturkan, insiden pembacokan ini terjadi Minggu (3/5) sekitar pukul 22.30 WIT.

Awalnya korban datang marah-marah ke rumah pelaku sambil menendang pintu rumah pelaku dan berkata ” Daniel Kamu yang duduk di pagar ya,” sebut korban dengan dialeg Ambon.
Mendengar perkataan korban, DM (40) ayah pelaku yang berada di dalam rumah keluar menemui korban.

“Karena ayah pelaku keluar, keduanya terlibat aduh mulut. Namun tiba-tiba korban menikam ayah pelaku dengan pisau. Melihat ayahnya sudah dianiaya korban, pelaku kemudian keluar menendang pisau korban sehingga kaki pelaku mengalami luka yang cukup serius. Pelaku yang sudah terbawa emosi, dia langsung masuk ke dalam rumah mengambil parang dan keluar membacok korban,” ungkap Kaisupy.

Setelah membacok korban, lanjut Kaisupy, pelaku kemudian berlari ke hutan Sehutu Negeri Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku, Malteng untuk bersembunyi.

“Menerima laporan dari keluarga korban, petugas bagian pers Polsek Pulau Haruku berhasil mengamankan pelaku di dalam Hutan, sedangkan korban di rujuk ke RST Ambon untuk mendapatkan pertolongan medis akibat luka yang dialaminya,” pungkas Kaisupy. (SAD)

Comment