by

Berkas Tata Ibrahim Dipastikan Lengkap

Ambon, BKA- Berkas perkara Tata Ibrahim, tersangka kasus pembobolan uang BNI Cabang Ambon, dipastikan lengkap setelah tim penyidik menyerahkan berkas perkara tersebut ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku, beberapa waktu lalu.

Direktur Kriminal Khusus (Dir Krimsus) Polda Maluku, Kombes Pol. Eko Santoso, yang dikonfirmasi BeritaKota Ambon, mengungkapkan, saat ini berkas perkara tersangka Tata Ibrahim, diperkirakan sudah lengkap. Sebab beberapa petunjuk JPU sudah dilengkapi penyidik, dan sudah diserahkan ke JPU untuk diteliti.

Menurut dia, tim penyidik Direktorat Kriminal Ksusus Polda Maluku saat ini tinggal menunggu berkas P21 dari penuntut umum Kejati Maluku.

“Kita tinggal menunggu berkas P21 dari penuntut umum saja,” ungkap Santoso, melalui sambungan selulernya, Senin (15/6).

Santoso berujar, untuk aset-aset Tata Ibrahim yang diluar daerah berdasarkan petunjuk JPU harus disita. Namun sesuai koordinasi penyidik dengan JPU, dalam kondisi pandemi Covid-19, JPU dapat memaklumi tidak dilakukan penyitaan di luar daerah.

“Karena kondisi Covid-19, jadi JPU maklumi kita (penyidik). Jadi tidak sita aset di luar daerah. Akan tetapi, barang bukti tersangka semuanya sudah masuk dalam BAP. Dan prinsipnya, kita sedang menunggu berkas P21 dari JPU saja,” tandas Santoso.

Terpisah , Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, yang dikonfirmasi BeritaKota Ambon, mengaku, berkas perkara Tata Ibrahim tersangka kasus pembobolan uang BNI Cabang Ambon saat ini masih diteliti penuntut umum.

“Sampai hari ini, berkas perkara T.I masih diteliti penuntut umum,” pungkas Sapulette.

Sekedar tahu, kasus pembobolan uang BNI Ambon senilai Rp 58,9 miliar itu, penyidik Dit Reskrimsus Polda Maluku menetapkan satu tersangka tambahan, dari tujuh tersangka sebelumnya. Sehingga ditotalkan menjadi delapan orang tersangka.

Satu tersangka baru adalah William Alfred Ferdinandus, teler BNI Ambon, dia ditetapkan karena turut menerima sejumlah uang dari tersangka utama Faradiba Yusuf selaku Wakil kepala BNI Ambon saat itu.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Ohoirat, sebelumnya mengungkapkan, kasus pembobolan uang BNI Ambon diketahui semuanya berjumlah delapan orang tersangka. Masing-masing, Wilian Alfred Ferdinandus selaku Taller BNI Ambon, Tata Ibrahim selaku divisi Humas BNI Kantor Wilayah Makassar, serta enam tersangka lainnya yang kini sedang disidangkan di Pengadilan Tipikor Ambon.

Mereka adalah Faradiba Yusuf, Soraya Pelu, eks Kepala KCP BNI Tual yang juga eks Kepala KCP Unpatti Krestiantus Rumahlewang, eks Kepala KCP Dobo Josep Resley Maitimu, eks Kepala KCP BNI Mardika Andi Yahrizal Yahya dan eks KCP BNI Masohi, Marce Muskitta.

Juru Bicara Kapolda Maluku itu mengatakan, pengembangan penyidikan kasus pembobolan BNI masih terus dilakukan. Penyidik masih memperkuat bukti-bukti untuk menetapkan tersangka lain. “Delapan tersangka ini disangkakan dengan pasal 49 ayat (1) dan (2) UU No 7 Tahun 1972 tentang perbankan, sebagaimana diubah dengan UU RI No 10 Tahun 1998 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun. Komulatif ancaman denda sebesar Rp.10 miliar. Selain itu para tersangka juga dijerat UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Pasal 3, 4 dan 5 UU No 8 Tahun 2010. (SAD)

Comment